Kanker Otak
Kanker Otak adalah penyakit yang menyerang
bagian otak di mana penderita nantinya terus mengalami penurunan produktivitas
hingga dapat kehilangan nyawanya.
Jenis Kanker
Otak
Penyakit Kanker Otak dibagi
menjadi dua jenis yaitu Kanker Otak Primer dan Kanker Otak Sekunder.
·
Kanker Otak Primer adalah Kanker Otak yang berawal dari
tumbuhnya tumor di bagian otak langsung.
·
Sedangkan Kanker Otak Sekunder adalah Kanker Otak yang berasal
dari bagian atau organ lain di mana tumor tersebut menyebar ke bagian otak.
Sampai saat ini penyebab
dari tumbuhnya atau terjadinya Kanker Otak belum diketahui. Mari kita bahas
Kanker otak dan tahapan deteksinya..
Stadium
Kanker Otak
Kanker Otak Stadium tahap
awal memiliki perbedaan dengan tingkat Kanker Otak lainnya. Ini menjadi awal
mula di mana sel tumor ganas atau Kanker muncul dalam tubuh. Gejala awal
timbulnya sel tersebut pada Kanker Otak Stadium 1 juga berbeda. Berbeda dengan
tingkat stadium lain begitupun berbeda dengan kondisi pasien atau penderita tersebut.
Pada umumnya penderita atau pasien Kanker Otak Stadium 1 kebanyakan tidak
mengetahui bahwa mereka sedang menderita penyakit tersebut.
Gejala
yang timbul
Gejala yang timbul biasanya
hanya bisa dilihat bila melakukan check up ke dokter ahli bidang Kanker.
Kebanyakan penderita Kanker Otak baru mengetahui di tingkat setelah Stadium 1.
Pada Kanker Otak Stadium 1, Pertumbuhan sel tumor atau Kanker layaknya
pertumbuhan sel lainnya dalam otak. Mereka mulai tumbuh dengan ukuran kecil dan
masih terlihat normal.
Adapun penderita yang
mengetahui bahwa ia menderita Kanker Otak Stadium 1 biasanya penderita tersebut
memang sering atau selalu rutin memeriksakan diri ke dokter. Inilah yang
menjadi alasan mengapa selalu disarankan kita melakukan check
up ke dokter setiap
bulan. Bukan hanya ketika sakit saja agar bila ada penyakit dapat diketahui
secepat mungkin begitupun dokter dapat memberi tindakan.
Untuk penderita penyakt
Kanker Otak Stadium 1 kebanyakan dapat disembuhkan bila memang penanganan
pengobatannya tepat. Tahap untuk menjalani pengobatan anatara setiap penderita
berbeda.
Berikut tahap bagaimana
perjalanan seoran penderita Kanker Otak Stadium 1 dari mulai diagnosis dokter,
pengecekan, hingga penyembuhan:
Tahapaan
Diagnosis Kanker Otak
1.) Tahap
Wawancara
Sebelum dokter benar –
benar memvonis seseorang atau pasiennya sebagai penderita penyakit Kanker Otak,
dokter akan terlebih dahulu melakukan wawancara terhdap pasien tersebut. Dokter
akan menanyakan dan mencari tahu penyebab mengapa sang pasien dapat diduga
terserang penyakit Kanker Otak Stadium 1. Hal ini ada beberapa faktor yang
dapat menunjang yaitu:
1. Faktor
genetik
Ada sebagian penderita yang
memang terserang penyakit Kanker karena memiliki faktor genetik di mana ada
keluarganya khususnya orangtua mereka juga terseraang penyakit tersebut.
Sehingga memang sulit dihindari untuk tidak terkena Kanker.
2. Faktor
lingkungan
Dokter juga akan bertanya
bagaimana kita hidup. Ada banyak penderita Kanker Otak yang terseraang kanker
dikarenakan lingkungan kerja atau juga tempat tinggal yang buruk. Misalnya
bekerja atau tinggal di sekitar Industri Produksi Karet, Industri Perminyakan,
dan lain – lain.
3. Faktor
Pola hidup
Selain dari faktor genetik
dan faktor lingkungan, penderita juga akan ditanya bagaimana pola hidup mereka.
Apakah terlalu sering menggunakan gadget dengan waktu yang lama,
penggunaan ponsel yang terlalu lama, merokok, mengalami trauma di bagian
kepala, ataupun menderita penyakit HIV. Karena semua itu dapat menjadi
pendukung dan memicu sel Kanker tumbuh.
Setelah melakukan
wawancara, dokter akan mulai memberi diagnosis terhadap pasien.
2.) Saran
dan referensi dokter
Setelah tahu mengenai
faktor dan pemicu, dokter akan menyarankan dan memberi surat referensi untuk
melakukan berbagai tes. Mulaidari tes CT Scan (Computerizd Tomography), tes MRI (Magnetic Resonance Imaging),
dan Uji fisik. Dokter akan menulis sendiri referensi untuk bagian Radiologi,
apa suntikan tes yang harus diberikan begitupun keterangan yang harus dicari
oleh pihak Radiologi.
3.)
Diagnosis
Di tahap ini dokter akan
kembali memikirkan dengan cermat atas hasil wawancara berupa faktor pemicu dan
juga melihat hasil tes dari pihak Radiologi. Kemudian mereka akan memberi
diagnosis secara jelas. Sudah di tingkat berapakan kanker Otak sang pasien dan
di mana letak sel Kanker tersebut.
4.)
Pengobatan
Dokter yang telah memberi
diagnosis dan vonis Kanker Otak Stadium 1 pada sang pasien tentu akan memberi
saran terhadap pengobatan. Untuk pengobatan mereka akan melihat terlebih dahulu
mana pengobatan yang cocok dengan melihat kondisi Kanker Otak juga kondisi
kesehatan sang pasien. Biasanya untuk Stadium 1, pengobatannya bisa melalui
operasi. Itupun bila memungkinkan letah tumornya tidak menganggu organ lain
khususnya saraf. Atau dengan gabungan pengobatan lainnya.
Pengobatan
Kanker Otak Stadium Awal
Pengobatan – pengobatan
lainnya yaitu Radiotherapy, Radiosurgery, Chemotheraphy. Hyperthermia, dan
Immunotherapy. Inilah perbedaan cara pengobatan tersebut:
1. Operasi:
Pengobatan dengan cara menghilangkan dan mengangkan Kanker atau tumor dari otak
agar tidak menyebar ke bagian lainnya juga agar tidak membesar.
2. Radiotherapy:
Pengobatan dengan menggunakan bantuan radiasi tinggi dengan tujuan untuk
membuat sel – sel Kanker atau tumor menjadi lemah dan tidak lagi berkembang.
3. Radiosurgery:
Pengobatan yang bertujuan untuk mengangkat sel Kanker atau tumor di mana letak
sel tersebut sulit dijangkau sehingga operasinya harus dibantu dengan Pisau
Gamma.
4. Chemotherapy:
Pengobatan dengan bantuan suntikan obat yang ditunjukan langsung pada sel di
mana bertujuan untuk mematikan sel secara perlahan. Obat untuk Kanker Otak
Stadium 1 dengan lainnya berbeda – beda.
5. Hyperthermia:
Pengobatan dengan cara pemanasan.
6. Immunotherapy:
Pengobatan yang menggunakan media sel imun untuk dibimbing agar dapat melawan
dan membunuh sel Kanker atau tumor.
Bila sang pasien dapat
menerima dan mau untuk melakukan pengobatan, biasanyanya pasien Kanker Otak
Stadium 1 tersebut dapat sembuh. Semua tergantung pada kemampuan sang pasien
seperti ketahanan batin dan juga mengenai biaya. Karena tidak sedikit penderita
Kanker Otak yang mengami penurunan atau merasa down ketika tahu bahwa mereka
menderita Kanker Otak Stadium 1. Paadahal hal tersebut dapat membuat pengobatan
terganggu. Itu makanya biasanya dokter akan meminta keluarga dan kerabat juga
teman agar terus memberi semangat dan motivasi agar sang pasien atau penderita
terus bersemangat ingin sembuh.
Penyebab kanker otak:
pa pun yang mengacu pada
gen dapat disebut “genetik ‘. Dalam kasus tumor otak turun-temurun, mutasi atau
perubahan urutan DNA yang membentuk gen tertentu, dilewatkan dari nenek ke
orangtua ke anak. Sebagian besar faktor risiko genetik tidak diwariskan pada
saat lahir, tapi benar-benar berkembang dari waktu ke waktu seiring dengan
bertambahnya usia.
Gen adalah instruksi operasi untuk seluruh tubuh. Sementara sebagian besar gen kita melakukan pekerjaan seperti yang diharapkan, sejumlah kecil lainnya dapat menjadi tidak aktif atau berhenti bekerja. Gen yang tidak aktif atau rusak dapat mengubah cara sel-sel tumbuh, yang pada akhirnya dapat menyebabkan perkembangan tumor 2).
Gen adalah instruksi operasi untuk seluruh tubuh. Sementara sebagian besar gen kita melakukan pekerjaan seperti yang diharapkan, sejumlah kecil lainnya dapat menjadi tidak aktif atau berhenti bekerja. Gen yang tidak aktif atau rusak dapat mengubah cara sel-sel tumbuh, yang pada akhirnya dapat menyebabkan perkembangan tumor 2).
1.
Riwayat Dalam Keluarga
Pada kasus tumor otak yang
terjadi, sekitar 5% memiliki hubungan dengan faktor genetik (keturunan),
termasuk juga kondisi sindrom Li-Fraumeni, neurofibromatosis, sindrom nevoid
karsinoma sel basal, tuberous sclerosis, sindrom Turcot, dan penyakit von
Hippel-Lindau. Para ilmuwan juga menemukan “cluster” tumor otak tanpa adanya
hubungan dengan kondisi turun-temurun ini dan penelitian sedang dilakukan
untuk mencoba untuk menemukan penyebabnya.
2.
Perubahan Kromosom
Setiap sel normal dalam
setiap tubuh manusia memiliki 23 pasang kromosom. Perubahan kromosom yang
paling umum pada tumor otak terjadi pada kromosom 1, 10, 13, 17, 19, dan 22.
Perubahan pada kromosom 1 dan 19 adalah yang paling sering ditemukan di
oligodendrogliomas dan perubahan pada kromosom 22 adalah yang paling sering
ditemukan di meningioma.
Mungkin kita mengalami
kekhawatiran tentang tumor otak yang terjadi karena faktor keturunan. Untuk
itu mulailah untuk mengetahui sejarah keluarga dengan
mengkonsultasikan dengan dokter keluarga. Meskipun skrining rutin untuk
tumor otak saat ini belum tersedia (merupakan cara mencegah kanker payudara atau kanker leher rahim secara dini),
namun ciri-ciri dan gejala kanker
otak yang
tidak biasa seperti sakit kepala atau kehilangan memori jangka pendek dapat
diselidiki dalam sejarah keluarga atau pada kondisi sehari-hari.
Banyak penelitian telah
dilakukan pada sejumlah potensi faktor risiko lingkungan. Dari sekian banyak
faktor yang diteliti, hanya satu paparan radiasi ION yang telah jelas
terbukti meningkatkan risiko mengembangkan tumor otak. Beberapa penelitian
telah menunjukkan bahwa riwayat alergi orang dewasa, ibu mengkonsumsi buah dan
sayuran selama kehamilan, anak-anak yang mengkonsumsi sayuran dan telah
mengalami cacar air, menunjukkan bahwa potensi untuk pengembangan tumor
otak ini semakin berkurang.
3. Medan
elektromagnetik
Banyak iformasi yang
berkembang mengenai energi dari jaringan listrik atau penggunaan ponsel
ini, memungkinkan dalam peningkatan resiko terjadinya tumor otak. Hal ini
merupakan alasan dari tindakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang
merekomendasikan pembatasan terhadap penggunaan ponsel dan
menggantinya dengan headset atau hands free untuk orang dewasa dan
anak-anak.
4.
Radiasi
Teknik pengobatan radiasi
ke arah kepala yang dilakukan pada sakit sebelumnya termasuk sinar-x pengion,
dalam beberapa kasus telah menunjukkan keterkaitan terhadap faktor yang
mengembangkan resiko kanker otak.
5.
Infeksi virus dan Alergen
Infeksi virus Epstein Barr
(EBV) mempengaruhi peningkatan resiko limfoma. EBV juga lebih dikenal
sebagai virus penyebab mononucleosis. Dalam penelitian lain, virus tingkat
tinggi yang disebut cytomegalovirus (CMV) telah ditemukan pada jaringan tumor
otak namun arti temuan ini masih dalam penelitian. Beberapa jenis virus lain
telah terbukti menyebabkan tumor otak yang dilakukan dalam percobaan pada
hewan, namun masih banyak diperlukan data untuk mengetahui apakah paparan
infeksi virus dapat menjadi penyebab kanker otak 3)
6.
Senyawa N-nitroso
Beberapa penelitian yang
dilakukan pada suplemen dan diet N-nitroso menunjukkan bahwa adanya
peningkatan resiko tumor otak pada anak dan dewasa. Senyawa N-nitroso
ini terbentuk dalam tubuh, yang berasal dari zat nitrit atau nitrat yang
banyak terkandung di beberapa daging, asap rokok, dan kosmetik. Namun,
penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk pembuktian akan penyebab kanker
otak ini.
Penting untuk
diketahui bahwa penyebab kanker otak tidak secara akurat karena
faktor lingkungan, yang berarti bahwa hasil seluruh penelitian dapat menjadi
tidak konsisten. Studi lebih lanjut harus dilakukan sebelum meyakini bahwa
faktor lingkungan seperti konsumsi pangan tertentu (nitrit), merokok, penggunaan
telepon seluler merupakan faktor risiko yang mutlak untuk tumor otak.
Gejala &
Ciri Ciri Kanker Otak

Kanker
otak merupakan salah satu tumor ganas yang menyerang bagian otak, parahnya ciri
ciri dan gejala kanker otak tidak begitu diketahui pada awal
pertumbuhannya. Terlepas dari bahayanya, tentu pengetahuan dini mengenai
ciri-ciri yang menjadi tanda anda mengidap kanker otak cukup penting di
ketahui.
Studi
yang dilakukan Department Oncology, BSMMU, Bangabandhu Sheikh Mujib Medical University, sebuah universitas ternama di Bangladesh menemukan bahwa
terdapat 16 Ciri ciri kanker otak yang harus di waspadai. Studi ini dilakukan
pada 50 penderita dengan rentang umur 2-60 tahun 1)
1. Sakit Kepala
Sakit
kepala merupakan ciri-ciri kanker otak yang paling umum, sebanyak 38 orang dari
50 responden atau sekitar 76 % mengalami gejala ini. Namun tentu sakit kepala
kebanyakan bukan disebabkan oleh kanker otak, melainkan sakit kepala umum yang
bisa terjadi pada siapa saja.
·
Sakit
kepala ini baru bagi anda. Anda belum atau sangat jarang terkena sakit kepala namun
tiba-tiba belakangan ini sangat sering menderita penyakit ini. Selain itu jika
sakit kepala yang anda rasakan berbeda dengan yang biasanya terjadi, waspada
lah, mungkin ini salah satu tandanya.
·
Sakit
kepala yang ditandai gejala lain. Sakit kepala karena tumor otak sangat jarang ‘berdiri
sendiri’, ia biasanya diikuti oleh gejala lain seperti mual, muntah, dan
pusing. Tak jarang gejala lain yang lebih ekstrim seperti kejang kejang,
kesulitan bicara, dan masalah penglihatan mengiringi sakit kepala karena kanker
otak.
·
Sakit
kepala mulai ketika bangun di pagi hari. Sakit kepala yang terjadi ketika anda bangun tidur di pagi
hari disertai dengan mual dan muntah-muntah serta kembali membaik di siang hari
adalah salah satu jenis dan karakteristik dari penyakit tumor otak ganas.
·
Sakit
kepala yang semakin menjadi – jadi. Sakit kepala yang menjadi gejala kanker otak akan terus
menjadi-jadi seiring waktu, minggu demi minggu, bulan demi bulan. Sebaiknya
anda memeriksakan masalah tersebut secepatnya di dokter terkait.
2. Perubahan Mental
Sebanyak
32 dari 50 peserta penderita kanker / tumor otak yang diteliti mengalami
perubahan mental drastis setelah mengidap kanker ini. Tumor menyebabkan fungsi
otak tidak berjalan normal/maksimal yang berdampak pada kesehatan mental.
Ciri Ciri Perubahan Mental Karena Kanker Otak
·
Kehilangan memori
·
Gangguan konsentrasi
·
Masalah dengan penalaran
·
Perubahan kepribadian dan perilaku
·
Peningkatan intensitas tidur
3. Muntah-Muntah
Penelitian
yang dilakukan oleh BSMMU mendapati 26 dari 50 penderita tumor otak
mengalami gejala muntah (sekitar 52%). Karakteristik muntah yang menjurus
pada kanker otak adalah terjadi pada pagi hari tanpa adanya mual terlebih jika
diikuti tanda lainnya seperti sakit kepala.
Sama
seperti gejala dan tanda poin pertama (sakit kepala), baik muntah dan sakit
kepala merupakan dua penyakit yang sangat umum sehingga samar-samar dan sulit
dibedakan. Ketelitian anda dalam mencermati berbagai jenis muntah yang
anda alami sangat penting untuk mengetahui penyakit yang anda alami.
Ciri Ciri Muntah Karena kanker otak
·
Terjadi secara tiba tiba tanpa penyakit
tertentu sebelumnya
·
Cairan muntah tidak normal (berwarna
agak hijau)
·
Terjadi bersamaan dengan sakit
kepala.
Muntah
muntah ini terjadi karena adanya saraf yang terganggu karena tumor otak.
Biasanya hal ini tidak dapat diobati selama masih ada tumor di dalam otak
tersebut.
4. Gangguan Penglihatan
Sebanyak
23 dari 50 peserta penelitian yang mengidap tumor otak mengalami gangguan penglihatan,
artinya 46 % dari penderita kanker otak mengalami hal ini. Apa saja gangguan
penglihatan yang dapat kita katakan sebagai ciri ciri kanker otak ?
·
Melihat lampu seperti berkedip
·
Penglihatan kabur
·
Hanya mampu melihat lurus ke depan
·
‘Kehilangan’ teks ketika membaca
·
Gangguan mata lainnya yang tidak lazim
anda alami.
Gangguan penglihatan
disebabkan oleh adanya saraf mata yang terganggu karena tumor otak. Hal ini
juga tergantung lokasi dari kanker otak tersebut.
5. Kesulitan Saat Bergerak
21
dari 50 penderita kanker otak yang diteliti mengalami kesulitan saat bergerak,
artinya 42 % terjadi pada penderita kanker otak. Tumor pada otak tentu akan
membatasi fungsi otak normal manusia, salah satunya adalah sebagai motor
penggerak tubuh.
Bagaimana
contohnya ? seorang dengan tumor di otaknya akan mengalami kesulitan dalam
bergerak di salah satu sisi tubuhnya.
·
Berjalan tidak seimbang/ kehilangan
keseimbangan
·
Sering tersandung atau bersandar di
dinding ketika berjalan
·
Sulit berkoordinasi ketika bergerak
Penyebab
Kesulitan
bergerak merupakan akibat dari rusaknya saraf akibat kanker otak, otak adalah
motor penggerak dan pengontrol organ tubuh lainnya, kerusakan akan membuat
anda susah bergerak.
6. Kejang-Kejang
Cukup
banyak yang mengalami kejang-kejang ketika terkena kanker otak, setidaknya 21
dari 50 peserta mengalami hal ini (36 %). Kejang-kejang ini terjadi karena
aktivitas motorik pada otak tidak normal. Berikut beberapa karakteristik kejang
pada penderita kanker otak4).
·
Serangan terjadi mendadak (tanpa tanda)
·
Diikuti kehilangan kesadaran pada tubuh
dan kontraksi otot
·
Kehilangan kontrol fungsi tubuh
·
Menggigit lidah
·
Tidak bernafas jangka pendek (30 detik),
menjadi biru kehitaman
·
Durasi kejang pendek 2-3 menit
·
Efek setelah kejang
terjadi kantuk, sakit kepala, kebingungan, sakit otot, kelemahan
singkat, atau mati rasa.
Insidensi
·
Sekitar 60% dari pasien tumor otak akan
mengalami kejang setidaknya sekali selama tumor otak tersebut masih ada.
Penyebab
Kejang
disebabkan oleh aktivitas listrik abnormal di otak. Biasanya, sel-sel saraf
tubuh berkomunikasi satu sama lain melalui sinyal listrik yang dikendalikan
dengan hati-hati. Jika ada sesuatu mengganggu sinyal-sinyal ini dan mereka
menjadi lebih intens, Anda cenderung menjadi kejang.
Kebanyakan
kejang terjadi secara acak, setiap saat, dan tanpa penyebab tertentu. Namun,
mungkin ada gejala terlebih dahulu. Orang yang secara
sering mengalami kejang kadang-kadang melihat hal-hal yang mungkin sinyal
kejang mendekat. Peringatan ini disebut “aura.” Aura kadang mengambil bentuk
sakit kepala, perubahan suasana hati, kedutan otot, atau bau tertentu.
Penanganan
Berikut
adalah beberapa saran tentang apa yang harus dilakukan ketika kejang terjadi
pada pasien dengan tumor otak:
·
Selama kejang, jangan panik; kebanyakan
kejang berakhir dengan sendirinya.
·
Pastikan pasien bernapas.
·
Bersihkan area benda tajam atau sesuatu
yang berbahaya. Anda mungkin harus membuka kacamata pasien.
·
Lindungi kepala benda berbahaya
·
Jangan menaruh apapun di mulut.
·
Jangan mencoba untuk menahan anggota badan
selama kejang, karena hal ini dapat menyebabkan cedera.
7. Kebutaan
Sebanyak
10 responden dari 50 mengalami kebutaan ketika mengalami kanker otak,
setidaknya ada 20 % dari mereka yang mengalami ciri ciri ini. Kebutaan
merupakan ciri ciri kanker otak stadium lanjut ketika sebagian besar tumor
telah menjalar hingga mengganggu bagian mata.
8. Demensia
Penelitian
ini memang salah satu yang cukup mengejutkan dimana demensia merupakan salah
satu penyakit yang disebabkan kelainan pada otak. Setidaknya ada 14 % atau 7
dari 50 orang yang menderita tumor otak mengalami gejala ini.
9. Ketidaksadaran
Ketidaksadaran
dialami setidaknya 14 % atau 7 dari 50 penderita tumor otak, gejala ini adalah
efek lanjut / kronis dari tumor otak jika telah mencapai stadium lanjut. Tumor
yang menjalar di otak jika semakin besar akan membuat anda kehilangan
kesadaran, lupa, dan ketidak tahuan mengenai lingkungan dan kejadian sekitar.
10. Gangguan Kesadaran
Masih
terkait dengan poin nomor 9, gangguan kesadaran ini merupakan efek sebelum
terjadinya ketidaksadaran, ada 3 orang atau 6% yang mengalami gangguan
kesadaran ini. Apa saja indikasi kesadaran yang di maksud :
·
Sering terkejut
·
Sering bengong
·
Sering lupa apa yang dilakukan
11. Penurunan Berat Badan
Penurunan
berat badan juga di alami sekitar 6% dari penderita kanker otak, masih
belum dapat dijelaskan secara mendetil mengenai penyebabnya. Namun hal ini
disinyalir karena kemampuan kognitif dan aktivitas yang sudah tidak normal lagi
sehingga mempengaruhi metabolisme tubuh secara keseluruhan yang berdampak pada
penurunan berat badan.
12. Demam
Demam
mungkin tidak disangka sebagian orang dapat menjadi gejala kanker otak yang
sangat mematikan. Penyakit umum seperti ini memang cukup berbahaya jika kita
kaitkan pada kanker otak. Ada 6% responden yang mengalami demam sebagai
gejala yang ditimbulkan akibat kanker otak.
13. Kehilangan Sensasi
Sebanyak
4% responden mengalami kehilangan sensasi, hilangnya sensasi ini dikaitkan erat
dengan perkembangan fungsi otak yang terganggu oleh tumor. Otak tidak dapat
berfungsi normal yang menyebabkan pikiran hanya flat saja seiring dengan
menurunnya kemampuan kognitif.
14. Anorexia / Kehilangan Nafsu Makan
Anorexia
merupakan penyakit yang berkaitan dengan kehilangan nafsu makan, ada sekitar 4
% penderita tumor otak yang mengalami hal ini. Saat ini belum banyak penelitian
yang mengaitkan anorexia yang terjadi pada saat mengidap tumor otak.
15. Vertigo / Pusing
Vertigo
atau pusing di kepala terjadi pada 2 dari 50 responden yang diteliti, namun
ternyata pusing ini menjadi salah satu ciri ciri yang cukup berbahaya karena
seperti halnya sakit kepala dan muntah, ia sangat samar dengan penyakit lain.
Penderita vertigo akan merasakan berputar atau serasa bergerak, dunia
berputar walau dalam keadaan istirahat.
16. Kehilangan Libido
Penderita
kanker otak yang mengalami kehilangan libido dan berkaitan erat dengan kanker
otak ini terjadi pada pria, memang sampai saat ini belum ada penelitian terkait
yang menghubungkan antara libido dan mengapa berpengaruh pada penderita tumor otak.
Namun banyak yang mengaitkan bahwa otak adalah pusat segalanya sehingga sangat
berpengaruh bagi berbagai bagian dan fungsi tubuh. Setidaknya ada 2 % dari
penderita kanker otak yang mengalami hal ini.
Ciri Ciri
Kanker Otak Berdasarkan Lokasinya
Lokasi
|
Gejala
|
Lobus Frontal
|
- Perubahan kepribadian
- Berperilaku tidak seperti biasanya - Kehilangan minat dalam hidup (apatis) - Kesulitan dengan perencanaan dan pengorganisasian - Menjadi mudah marah atau agresif - Kelemahan di bagian wajah atau pada satu sisi tubuh - kesulitan berjalan - Kehilangan indra penciuman - Masalah dengan penglihatan atau Suara |
Lobus Temporal
|
- lupa kata-kata
- Kesulitan menemukan kata yang benar - Kehilangan memori jangka pendek – Mendengar suara-suara di kepala Anda |
Lobus Parietalis
|
- Kesulitan berbicara atau memahami apa yang dikatakan
kepada Anda
- Masalah dengan membaca atau menulis - Hilangnya rasa di bagian tubuh |
Lobus oksipital
|
- Masalah penglihatan atau kehilangan penglihatan di satu
sisi
|
Cerebellum (otak belakang)
|
- Koordinasi yang buruk
- Gerakan mata yang tidak terkendali - Penyakit leher kaku - Pusing |
Batang Otak
|
- Koordinasi yang buruk
- Terkulai kelopak mata atau mulut di satu sisi - Kesulitan menelan kesulitan berbicara - Melihat ganda |
Saraf Tulang Belakang
|
- Rasa Sakit
- Mati rasa di bagian tubuh - Kelemahan di kaki atau lengan - Hilangnya kontrol kandung kemih atau usus |
Kelenjar di bawah otak
|
- Menstruasi yang tidak teratur atau jarang
- Infertilitas pada pria dan wanita - Kekurangan energi - Peningkatan berat badan - Perubahan suasana hati - Darah tinggi - Kencing Manis - Tangan dan kaki membesar |
Saraf mengendalikan pandangan
|
- Pandangan gabur / buta
|
Saraf Pendengaran
|
- Kesulitan mendengar – tuli
|
Selaput otak
|
- Sakit kepala
- Demam - Penglihatan kabur - Kesulitan bergerak |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar