Sabtu, 24 Oktober 2015

Kanker payudara

2. Kanker Payudara

Kanker payudara adalah jenis kanker yang paling ditakuti oleh seluruh wanita di dunia, kanker yang umumnya diderita oleh wanita yang cukup mematikan. Fakta mengejutkan, kanker jenis ini tidak hanya menyerang wanita, melainkan para pria, setidaknya ditemukan 1 dari 100 kasus yang terjadi.
Penyebab kanker payudara bisa bermacam-macam, namun yang paling sering terjadi disebabkan karena pola makan maupun gaya hidup. Berdasarkan penelitian kanker payudara yang dilakukan selama ini menyebutkan faktor dominan penyebab kanker payudara, seperti:
1.     Usia : jumlah penderita kanker payudara tertinggi berada di rentang usia 40-60.
2.     Gen : terdapat dua gen yang menyebabkan resiko terkena kanker payudara yaitu  BRCA1 dan BRCA2, kedua gen ini sangat berpotensi terkena kanker payudara. Laporan dari Harvard Scool of Public Health menyatakan terdapat peningkatan kanker payudara yang signifikan pada para pengguna terapi estrogen replacement.
3.     Faktor personal: gejala kanker payudara juga bisa terjadi pada wanita yang mengalami menstruasi di bawah usia 12 tahun atau menjelang menopause yakni setelah usia 55 tahun.
Penyebab lain seseorang terkena resiko kanker payudara adalah kegemukan, konsumsi berbagai jenis pil, minum alkohol dan tidak menyusui. Selain faktor makanan dan gaya hidup, faktor lain yang perlu diwaspadai adalah faktor genetik. Seorang wanita yang mempunyai riwayat kanker dalam keluarganya, seperti ibu kandung, sebaiknya waspada juga pada dirinya terkena resiko kanker payudara.
Dilansir pada wikimedia, faktor genetik yang dimaksud adalah suatu proses mutasi beberapa gen yang berperan dalam pembentukan sel kanker payudara yang bersifat onkogen. Faktor genetik ini yang diturunkan orang tua penderita kanker payudara pada anaknya.
Jenis Kanker Payudara
Jenis kanker payudara bermacam-macam, ada yang dapat disembuhkan juga beberapa diantaranya termasuk jenis kanker yang sangat berbahaya. Kanker payudara jenis Inviltrating Duktal Karsoma misalnya, jenis kanker ini dapat menyebar ke bagian organ tubuh yang lain. Kanker payudara jenis Inviltarting Duktal Karsoma  ini dikenal dengan dengan nama Invasif. Seperti yang dialami Abbey (aktivis gerakan sehat penderitan kanker payudara) kanker payudara yang dialaminya menyerang organ tubuh lainnya seperti: otak, liver, limfa, dan kerongkongan. Berikut jenis kanker payudara yang dapat menyerang siapa saja:
1. Duktal Karsinoma In Situ (DCIS)
Secara ilmiah, kanker payudara jenis Duktal Karsinoma adalah sel-sel kanker yang berada di dalam duktus dan belum menyebar ke jaringan sekitar payudara.
2. Lobular Karsinoma In Situ (LCIS)
Lobular Karsinoma digolongkan sebagai kanker payudara non invasif, tetapi wanita yang terdiagnosis terkena Lobular Karsinoma disarankan untuk melakukan mamografi secara rutin.
3. Invasif atau Infiltrating Duktal Karsinoma (IDC)
Kanker invasif Duktal Karsinoma adalah dampak lanjut dari Duktal Karsinoma, karena sel-sel kanker yang terdapat dalam Duktal akhirnya keluar dan menyebar di sekitar jaringan lemak payudara. Kanker payudara jenis invasif ini lalu menyebar ke sistem getah bening dan aliran darah.
4. Invasif atau Infiltrating Lobular Karsinoma (ILC)
Sama seperti Lobulus, kanker Infiltrating Lobular Karsinoma dapat menyebar atau bermetastatis[5]ke bagian tubuh lainnya.
5. Kanker Payudara Terinflamasi (IBC)
Kanker payudara terinflamasi jenis IBC ini sulit dideteksi karena untuk mengenali gejalanya tidak melalui pengecekan benjolan pada payudara. Salah satu deteksi dini yang dapat dilakukan untuk mengenali kanker payudara jenis IBC adalah kulit payudara menjadi tebal dan memerah serta terasa hangat.

Seperti apa efek yang ditimbulkan?
Efek langsung yang disebabkan oleh kanker payudara dapat melemahkan fisik penderita dan terjadi perubahan fisik pada tubuh. Salah satunya adalah rambut rontok dan percepatan menopause. Rambut rontok ini disebabkan karena  kemoterapi, selain rambut rontok kemoterapi juga membuat tubuh penderita sering mengalami kesakitan. Berikut ini efek kanker payudara sebelum dan sesudah pengobatan/terapi:
1.     Menopause Symptoms. Terapi kanker payudara dapat mempercepat menopause khususnya pada wanita produktif/muda. Menopause ini menyebabkan panas pada tubuh, berkeringat dan jantung berdebar-debar (berdenyut sangat cepat).
2.     Rambut tumbuh kembali setelah rontok (Kemoterapi). Rambut akan tumbuh kembali paska kemoterapi, namun saat rambut mulai tumbuh, ada perbedaan tekstur rambut sebelum kemoterapi dan setelah kemoterapi. Misalnya, kulit kepala menjadi kering, agak sensitif dan bersisik. Pada beberapa kasus yang dilansir breastcancercare menyebutkan pada beberapa kasus, rambut penderita kanker bisa tumbuh sama seperti sebelum kemoterapi namun umumnya tidak begitu banyak bahkan ada kasus yang merubah secara permanen rambut penderita kanker.
3.     Kesakitan. Terapi yang dilakukan setelah terapi dapat menyebabkan sakit pada bagian tubuh atau syaraf. Beberapa penderita dapat mengontrol sakit di tubuhnya namun hal ini akan menjadi sulit apabila kesakitan tersebut berlangsung setiap hari.
4.     Kelelahan dan sulit tidur. Kelelahan setelah melakukan terapi/pengobatan kanker payudara bukan kelelahan tubuh biasa. Kelelahan yang dirasakan penderita kanker tidak dapat dituntaskan dengan istirahat dan tidur yang cukup saja. Biasanya kelelahan dan sulit tidur ini terjadi selama berminggu-minggu pasca perawatan. Buruknya adalah karena penderita mengalami susah tidur sehingga penderita kanker menjadi stres.
5.     Lymphoedema. Lymphoedema adalah pembengkakan yang terdapat pada lengan, tangan atau pada area payudara dan menyusahkan penderita kanker. Lymphoedema biasanya terjadi setelah melakukan radioterapi atau bahkan setelah beberapa bulan paska perawatan kanker payudara.
6.     Osteoporosis. Resiko Osteoporosis akan datang lebih cepat setelah melakukan perawatan/penyembuhan kanker payudara. Resiko ini meningkat setelah perawatan dilakukan kanker.
7.     Berpengaruh pada kesuburan dan kehamilan. Beberapa kasus yang terjadi paska perawatan/penyembuhan kanker payudara adalah sulit hamil, dan dampak seriusnya dapat terjadi secara temporer dan permanen. Khusus untuk perempuan yang ingin mengetahui pengaruh treatment kanker payudara pada kesuburannya adalah dengan melakukan pengecekan dan konsultasi dengan dokter spesialis.
Dokter spesialis akan menanyakan tentang riwayat kehamilan (berapa kali), disamping juga memberikan informasi kemungkinan terjadinya menopause. Tes darah yang dilakukan  untuk mengukur jumlah hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone). Hasilnya akan menunjukkan apakah wanita memiliki gejala menopause.
Berapa biaya yang dikeluarkan untuk operasi dan perawatan?
Perhitungan biaya pengobatan sebelum operasi, saat operasi hingga setelah operasi perlu diperhitungkan. Kalkulasi pengeluaran ini penting dilakukan untuk memaksimalkan biaya pengobatan yang tepat sasaran dan berdaya guna bagi kesembuhan penderitan kanker payudara. Seorang wanita yang telah berkeluarga misalnya dapat bekerja sama dengan suami untuk memikirkan jalan keluar biaya pengobatan tersebut atau melibatkan keluarga besar.
Misalnya melakukan pembagian pos-pos pembayaran/bantuan keuangan dari uang pribadi dan keluarga. Contohnya, untuk biaya pengobatan sebelum operasi dan pelaksanaan operasi dapat menggunakan dana pribadi lebih dulu, setelah operasi/perawatan menggunakan dana bantuan keluarga. Peran suami dan keluarga sangat penting dalam mendukung proses penyembuhan penderita kanker payudara.
Penderita kanker juga disarankan melakukan pengumpulan data terlebih dahulu sebelum melakukan operasi. Data yang dikumpulkan seperti Rumah Sakit rujukan dan dokter yang akan menangani penyakit Anda. Mengobati kanker payudara tidak sama dengan pengobatan penyakit lain yang bisa datang dan pergi setelah operasi.
Proses penyembuhan kanker payudara adalah proses jangka panjang yang melalui tiga tahapan (pra-operasi-paska operasi) sehingga membutuhkan dokter yang berkompeten dalam menangani penyakit Anda. Proses panjang yang dilalui penderita kanker ini mengharuskan seseorang untuk mencari informasi besaran biaya pengobatan.
Sebelum mencari dana untuk biaya pengobatan kanker payudara yang tentu saja akan menguras tabungan Anda, sebaiknya melakukan manajemen pengeluaran biaya pengobatan sebagai berikut:
1.     Biaya kunjugan ke Dokter. Pasien perlu menghitung biaya konsultasi ke dokter spesialis, misalnya jadwal konsultasi dilakukan 3 kali dalam sebulan/biaya setiap konsultasi.
2.     Tes laboratorium. Tes laboratorium ini berupa biaya pengambilan sampel darah untuk pengecekan penyakit pasien.
3.     Biaya prosedur (sewa ruang perawatan dan diagnosis). Biaya diagnosis ini adalah serangkaian dengan biaya tes darah laboratorium dan biasanya akan membutuhkan ruang inap selama beberapa hari.
4.     Imaging test berupa x-rays dan CT-scans. CT-scan penting dilakukan oleh pasien sebagai bukti rekam medik penyakit yang ada dalam tubuh pasien.
5.     Perawatan dengan Radiasi (Radiation Treatments).
6.     Biaya pembelian obat. Pembelian obat-obatan akan memakan banyak biaya, karena obat-obatan ini berfungsi mencegah penyebaran sel kanker ke seluruh tubuh. Dana khusus untuk pembelian obat perlu direncanakan dan disiapkan secara khusus.
7.     Jenis Rumah Sakit. Jenis dan kredibiltas pelayanan rumah sakit perlu dipertimbakan pasien agar pengobatan yang dilakukan lebih efektif dan efisien.
8.     Perawatan di rumah. Perawatan di rumah biasanya dilakukan paska operasi, biaya yang diperhitungkan adalah sewa perawat untuk pasien. Perawat yang bertugas harus atas rujukan rumah sakit dan bertanggung jawab langsung dengan dokter yang menangani pasien.
Kapan Sebaiknya Operasi Kanker Payudara?
Untuk menjawab pertanyaan ini, seorang pasien perlu mengkonsltasikan lebih lanjut dengan dokter spesialis terelbuh dahulu. Setelah melakukan pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter, akan dijelaskan tipe kanker payudara pasien, dan penanganan apa yang akan dilakukan. Oleh karena itu yang perlu diketahui pasien adalah jenis kanker payudara yang dialami dan jenis operasi yang dilakukan sesuai penyakit pasien. Berikut jenis-jenis operasi kanker payudara yang dapat jadi referensi pasien:
1.     Operasi Konservasi Payudara. Pada tahap ini dilakukan pembedahan dan sebagian dari payudara akan diangkat, besar bagian yang diangkat tergantung pada ukuran dan tempat tumor tumbuh. Pada operasi konservasi payudara dikenal dua jenis operasi yakni Lumpektomi dan Mastektomi. Lumpektomi yaitu operasi pengangkatan benjolan dan beberapa jaringan normal di sekitarnya. Sedangkan Mastektomi adalah pembedahan yang menghapus lebih banyak jaringan kanker pada payudara, tidak sebanyak operasi Lumpektomi.
2.     Mastektomi Total atau sederhana. Pada operasi ini dokter akan melakukan pengangkatan payudara secara keseluruhan tetapi tidak mengangkat kelenjar getah bening.
3.     Mastektomi radikal. Operasi ini akan menghilangkan seluruh payudara, kelenjar getah bening di bawah ketiak dan otot dinding pada bagian bawah payudara.
4.     Mastektomi radikal termodifikasi. Operasi ini dilakukan dengan mengangkat seluruh payudara serta beberapa kelenjar getah bening di bawah ketiak.
Penting Untuk Diketahui
Penderita yang terdiagnosis kanker payudara harus segera memberitahukan keluarga terdekat agar tindakan pencegahan maupun pengadaan dana segera dilakukan. Banyak penderita kanker payudara menyembunyikan penyakit kanker payudara dari keluarga karena malu, dan masih terkekang adat untuk membicarakan penyakit yang menyerang organ vital. Sebab itu, dengan mengetahui risiko kanker sejak dini akan memberi peluang hidup lebih besar bagi pasien.
Treatment Kanker Payudara
Upaya yang perlu dilakukan penderita kanker payudara adalah sebagai berikut:
1. Jadikan olahraga sebagai gaya hidup
Sangat penting bagi penderita kanker untuk tetap rutin melakukan olahraga seperti lari, jalan kaki dan fitnes. Olahraga setiap hari akan menyehatkan tubuh pasien dan menghilangkan stres karena memikirkan penyakit.
Secara umum wanita yang tidak mengalami penyakit mematikan ini disarankan juga untuk tetap berolah raga. Olahraga sederhana seperti jalan kaki dapat mengurangi risiko terkena kanker payudara. Total waktu yang dihabiskan dalam sehari untuk berolah raga sebanyak 2 ½ jam setiap hari dan berjalan kaki sebanyak 30 menit setiap hari.
2. Makan makanan sehat
Sebaiknya setiap orang yang menyadari pentingnya hidup sehat tidak terkecuali bagi penderita kanker saja untuk merencanakan menu sehat setiap hari. Hindari tidak terlalu sering makan makanan berlemak, gorengan karena makanan ini menyimpan lemak jenuh yang menyebabkan obesitas serta pemicu kanker.
Jangan mengkonsumsi terlalu banyak makanan cepat saji, tapi usahakan mengkonsumsi makanan yang diolah sendiri melalui proses masak maksimal. Perbanyak mengkonsumsi buah-buahan dan mengganti snack dengan cemilan sehat seperti outmealgandum.
3. Be Breast Aware
Mencegah atau deteksi dini perlu dilakukan setiap wanita, apalagi jika dalam keluarga memiliki riwayat penderita kanker, risikonya akan lebih besar. Selain itu wanita juga perlu lebih terbuka pemikirannya terhadap peluang terjadinya kanker payudara, karena asumsinya setiap perempuan memiliki risiko terkena kanker payudara.
Sebaiknya sering mengunduh berbagai macam hasil riset terakhir tentang kanker payudara, informasi terbaru soal penemuan pencegahan kanker agar kita dapat melakukan pencegahan dini terhadap kanker.
4. Mengumpulkan Informasi Bantuan Keuangan Kanker
Masalah biaya pengobatan kanker menjadi momok selain dampak dari kanker itu sendiri. Saat ini pasien harus aktif melakukan pencarian di situs terkait lembaga keuangan yang mengurusi masalah finansial pasien kanker.
Banyak negara dan organisasi nasional/internasional menyediakan infomasi finansial dan keuangan. Lembaga ini akan mengarahkan pasien memperoleh informasi khususnya keuangan dan finansial.

Penyebab Kanker Payudara dari Faktor Genetik

1. Jenis Kelamin
Faktor genetik yang satu ini sudah tentu tidak asing lagi, Betul.. Wanita 100 kali lebih berisiko terkena kanker payudara dibandingkan dengan pria.
2. Usia Senja
Kanker payudara dapat timbul seiring dengan meningkat dengan usia. Sekitar 8 dari 10 kasus kanker payudara terjadi pada wanita di atas usia 50 tahun dan kondisi ini paling banyak menyerang para wanita yang telah mengalami menopause
3. Riwayat Dalam Keluarga
Di dalam keluarga yang di dalamnya terdapat kerabat dekat yang menderita kanker payudara atau kanker ovarium, kemungkinan besar terkena kanker payudara ini menjadi lebih tinggi.
4. Ras
Masalah ras mungkin perlu menjadi pertimbangan, dari data yang dihimpun dari National Breast Cancer wanita “Bule” lebih banyak terkena jenis kanker payudara.
5. Riwayat kesehatan pribadi
Jika anda telah terdiagnosis terkena kanker payudara pada salah satu bagian payudara, maka kemungkinan besar faktor risiko akan meningkat pada payudara yang lain. Risiko juga sangat tinggi jika sebelumnya telah terdeteksi sel sel abnormal di sekitar payudara.
6. Masa Menstruasi & Reproduksi
Jika anda telah mengalami menstruasi dini pada usia kurang dari 12 tahun dan manepause terlambat (lebih dari 55 tahun) kemungkinan lebih tinggi terkena risiko kanker payudara. Faktor lain adalah tidak memiliki anak dan melahirkan di usia yang cukup tua menjadikan risiko terkena kanker payudara lebih besar.
7. Perubahan Gen
Perubahan gen BRCA1 dan BRCA2 merupakan salah satu yang memicu terjadinya kanker payudara. Perubahan gen ini dapat diketahui dengan mengambil salah satu tes genetik. Tes genetik sangat dianjurkan jika dalam keluarga terdapat penderita kanker payudara.
8. Kepadatan Payudara
Wanita memiliki payudara yang di dalamnya terdapat jaringan kelenjar yang menghasilkan susu (lobulus).  Jaringan payudara yang padat mengandung sel-sel payudara yang lebih tinggi dan memungkinkan terjadinya kanker payudara karena lebih banyak sel-sel yang dapat menjadi kanker. Pemeriksaan jaringan payudara dengan mammogram (scan payudara) juga sulit untuk mendeteksi keberadaan jaringan abnormal.
Penyebab kanker payudara dari faktor genetik ini diantaranya tidak dapat dicegah, beberapa diantaranya adalah :
·         Usia
·         Ras
·         Riwayat keluarga
·         Riwayat kesehatan pribadi
·         Menstruasi dini
·         Manepause telat
Selain penyebab dari faktor genetik, ternyata yang tidak kalah penting adalah penyebab dari faktor lingkungan dan gaya hidup.

Penyebab Kanker Payudara dari Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan tidak dapat anda sepelekan, bahkan telah banyak kasus ditemukan penyebabnya adalah paparan lingkungan yang tidak bersahabat dengan jenis kanker ini.
9. Radiasi
Paparan sinar radiasi merupakan salah satu tindakan medis dalam dunia kodokteran, seperti sinar-X dan computerized tomography (CT) scan, dapat menjadi penyebab kanker payudara.  Pada orang yang pernah mengalami Hodgkin semasa kecil dan pernah melakukan radioterapi ke daerah dada, seharusnya telah melakukan konsultasi dengan spesialis untuk memeriksakan tentang keberadaan kanker payudara. Kemudian jika pada saat ini dibutuhkan pengobatan yang membutuhkan radioterapi, lakukan diskusi terhadap tenaga medis mengenai kemungkinan terjadinya risiko kanker payudara sebelum pengobatan berlangsung.

Penyebab Kanker Payudara Faktor Gaya Hidup

Nah, ini adalah faktor penyebab yang harusnya dapat kita minimalisir dalam kaitannya menjadi pemicu kanker payudara. Pola hidup sehat adalah salah satu cara mencegah kanker payudara yang cukup ampuh, mari kenali faktor dari gaya hidup :
10. Kelebihan Berat Badan
Kelebihan berat badan atau obesitas setelah menopause menyebabkan lebih banyak estrogen yang akan diproduksi.
11. Implan Payudara
Implan sering ditanam dalam tubuh, tak terkecuali pada bagian payudara. Wanita yang menggunakan implan payudara dapat mempengaruhi terjadinya kanker payudara lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan yang tidak memakainya
12 . Melakukan Pekerjaan Tertentu
Beberapa penelitian telah menunjukkan keterkaitan pekerjaan wanita terhadap timbulnya kanker payudara. Penelitian di Prancis menunjukkan hubungan antara wanita yang bekerja pada malam hari dan nelum pernah mengalami kehamilan, dapat menjadi penyebab kanker payudara. Selain itu, penelitian dari Kanada mengemukakan bahwa pekerjaan tertentu, memungkinkan tubuh manusia kontak ke dalam karsinogen, misalnya pekerjaan di bar, otomotif, perusahaan manufaktur plastik, dan perusahaan makanan kemasan (kaleng, plastik).
13. Konsumsi Alkohol
Bahaya alkohol salah satunya adalah dapat menjadi penyebab berkembangnya sel kanker, seperti kanker payudara. Sebuah penelitian kanker mengemukakan bahwa setiap 200 wanita yang secara teratur mengkonsumsi minuman beralkohol setiap sehari, terdapat tiga wanita yang terkena kanker payudara, dibandingkan dengan wanita yang tidak mengkonsumsi alkohol sama sekali.
14. Terapi Penggantian Hormon (HRT)
Terapi penggantian hormon (HRT) sering dihubungkan dengan risiko kanker payudara yang menjadi lebih tinggi. Diperkirakan bahwa akan ada tambahan 19 kasus kanker payudara untuk setiap 1.000 wanita yang menggunakan kombinasi HRT selama 10 tahun. Resiko kanker akan terus meningkat jika semakin lama melakukan HRT. Pemakaian HRT untuk membuat hormon kembali normal selama atau lebih dari lima tahun harus di hentikan, penghentian pemakaian HRT merupakan cara mencegah kanker payudara yang paling efektif.
15. Terdapat Benjolan Jinak
Sering orang mengira, jika terasa benjolan payudara adalah ciri-ciri kanker payudara. Padahal belum tentu benjolan payudara, meskipun beberapa jenis benjolan dapat menjadi penyebab kanker payudara. Benjolan jinak pada jaringan payudara misalnya sel yang tumbuh abnormal di saluran atau sel-sel abnormal di dalam lobus payudara dapat meningkatkan kemungkinan kanker payudara.

Mitos Mengenai Penyebab Kanker Payudara

Terkait dengan penyebab kanker ganas ini, ada beberapa kebiasaan atau alat yang dikhawatirkan menjadi pemicu kanker. Namun ternyata hal tersebut hanya lah mitos: berikut beberapa di antaranya3).
·         Kafein
·         Deodoran
·         Microwave
·         Telepon
·         Berhubungan dengan penderita kanker payudara.
Memang belum jelas secara pasti apa yang menjadi penyebab kanker payudara. Dokter mulai mengetahui ini saat kanker payudara ini telah terjadi saat sel-sel payudara mulai tumbuh secara abnormal. Sel-sel abnormal tersebut membelah diri dengan lebih cepat dari sel sehat, dan terus menumpuk, hingga membentuk benjolan. Pada kasus yang paling sering terjadi, tumbuhnya sel abnormal ini dimulai pada sel-sel yang berada di saluran penghasil susu. Selain itu juga dapat terjadi pada jaringan kelenjar yang disebut lobulus. Kemudian el-sel dapat menyebar (metastasis) melalui payudara ke kelenjar getah bening atau ke bagian tubuh lain.
Beberapa faktor penyebab kanker payudara yang dapat diubah seperti konsumsi alkohol, penggunaan HRT atau kelebihan berat badan ini sebenarnya dapat diminimalisir. Lakukan pola hidup sehat sejak dini untuk mencegah munculnya kanker payudara ini.
Setidaknya anda dapat melakukan beberapa hal ini untuk melakukan pencegahan kanker payudara yang sangat ampuh :
1.     Tidak minum alkohol
2.     Mengurangi berat badan
3.     Tidak merokok
4.     Olahraga secara teratur
5.     Menghindari radiasi
6.     Menghindari Deodoran
7.     Menghindari penggunaan BH yang ketat
Ciri ciri kanker payudara
Yang paling umum adalah adanya/timbulnya benjolan di sekitar payudara, bisa kecil, sedang, atau besar, dapat pula terasa mengganggu atau tidak. Dalam artikel ini kita akan membahas secara detil mengenai tanda kanker payudara yang harus di perhatikan, pengetahuan awal ini sangat membantu dalam proses penyembuhan, harap di simak.

1. Benjolan / Penebalan di Sekitar Payudara

Benjolan di sekitar payudara merupakan salah satu ciri atau tanda paling awal yang harus anda perhatikan. Sebagian wanita memiliki benjolan di daerah ketiak atau sekitar payudara sebagai tanda awal mereka telah terkena kanker payudara stadium awal.
Walau tidak 100 % benjolan ini menandakan bahwa anda terkena kanker, namun setidaknya anda harus waspada, mulai dari yang terasa kecil atau yang sudah mengganggu, sebaiknya langsung berkonsultasi ke dokter terkait.
Untuk membedakan mana benjolan yang kemungkinan besar adalah kanker payudara dan mana yang tidak, berikut adalah beberapa karakteristiknya

Tanda Benjolan Yang Kemungkinan Kanker
·         Benjolan terasa keras
·         Benjolan ini tidak diskrit; tidak mudah dibedakan
·         Benjolan tetap di payudara; tidak bergerak
·         Hanya ada satu benjolan
·         Tidak ada benjolan yang sama di payudara sebelahnya
·         Kulit payudara berlesung pipit
·         Benjolan disertai dengan keluarnya cairan
Benjolan Yang Kemungkinan Kecil Menjadi Kanker
·         Benjolan lunak
·         Benjolan diskrit; mudah dibedakan
·         Benjolan bergerak di payudara
·         Ada beberapa benjolan payudara
·         Ada benjolan di payudara sebelahnya.
·         Benjolan menghilang setelah siklus menstruasi
Selain benjolan, penebalan payudara di bawah ketiak juga wajib anda waspadai dan segera konsultasi di dokter terkait jika anda merasakan hal ini.

2. Perubahan Ukuran dan Bentuk Payudara

Jika anda melihat ada keanehan dalam salah satu bentuk payudara anda maka anda harus khawatir karena ini merupakan tanda umum kedua yang paling sering terjadi. Tidak hanya bentuk, ukuran payudara juga menjadi tanda yang umum.
Perubahan Ukuran
Dari yang sebelumnya besar, 34 hanya menjadi 32 (Contoh dalam ukuran bh )
Perubahan Bentuk
Dari yang sebelumnya mancung, sekarang menjadi tengkulai ke bawah.
Gambar di samping dapat menjadi contoh untuk ciri yang kedua ini, perubahan ukuran dan bentuk ini dapat terjadi pada salah satu payudara, atau kedua-duanya. Jadi ada baiknya jika anda memperhatikan salah satu berubah, atau keduanya berubah dalam hal bentuk dan ukuran anda dapat berkonsultasi lebih lanjut pada dokter terkait.

3. Terdapat Kerutan di Sekitar Payudara

Kerutan biasanya dialami oleh orang yang sudah tua, namun tidak halnya jika anda mengalami atau terkena gejala awal kanker payudara, kerutan mungkin saja terdapat di bagian tertentu di payudara anda.
Kulit payudara normal
Kulit payudara normal tidak memiliki kerutan, cenderung halus dan permukaan yang rata (kecuali di daerah puting)
Kerutan Tanda Kanker Payudara
Kerutan tanda kanker payudara ini dapat anda rasakan dengan tangan perbedaannya, permukan kasar dan spesifik di daerah tertentu pada kulit payudara.
Biasanya kerutan ini akan berwarna sedikit hitam dan tidak terlalu besar lingkupnya.

4. Keluarnya Cairan Dari Puting Secara Tiba Tiba

Ketika tanpa sebab yang jelas (tidak sedang menyusui) tiba tiba keluar cairan dari puting, maka ini adalah salah satu gejala anda terkena kanker payudara.
Cairan putih/bening
Cairan yang keluar dari puting ini dapat berwarna putih dan bening, agak kental atau encer.
Cairan Darah/Kecoklatan
Jika puting mengeluarkan cairan coklat atau bahkan berupa cairan berwarna merah darah, ini sudah tahap kronis dimana anda harus segera berkonsultasi ke dokter. Kemungkinan besar anda mengalami gejala awal kanker payudara.
Namun secara garis besar, apapun cairan yang keluar dari puting tanpa sebab yang jelas sebaiknya anda beri perhatian khusus, periksa ke dokter.

5. Nyeri Tidak Kunjung Hilang Di Bagian Tertentu Payudara

Payudara mungkin saja terasa nyeri ketika anda mengalami menstruasi ataupun ketika sedang hamil. Namun tentu rasa nyeri tersebut dapat hilang seiring dengan selesainya siklus yang anda lalui.
Lalu bagaimana jika rasa nyeri tersebut tidak kunjung hilang? Jika tidak kunjung hilang coba teliti lagi apakah bagian yang nyeri tersebut terletak pada posisi yang sama atau tidak ? jika pada bagian yang sama maka akan semakin besar kemungkinan bahwa itu merupakan gejala kanker payudara yang harus anda waspadai.
Apa yang harus dilakukan pada nyeri tersebut?
·         Jangan di pencet atau ditempelkan dengan’minyak’ pereda nyeri
·         Segera konsultasikan ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut
·         Jangan dibiarkan terlalu lama, karena akan sangat berbahaya

6. Payudara Nampak Kemerahan dan Bengkak

Jika anda mengalami perubahan drastis dari warna kulit sekitar payudara seperti memerah, bengkak, atau terlihat gelap di salah satu sisi dan bagian tertentu pada payudara anda, maka sebaiknya anda mulai berkonsultasi pada dokter spesialis terkait.
Kemerahan
Amati kulit sekitar payudara anda, lihat apakah ada warna aneh di bagian bawah, atas, atau samping. Tanda merah ini biasanya akan membawa kehangatan jika di sentuh. Seperti orang pada saat demam, namun hanya pada daerah tersebut saja.
Bengkak
Selain benjolan ada juga bengkak yang lunak, tidak seperti benjolan yang keras bengkak ini cenderung lebih lunak sifatnya.

7. Puting Masuk Ke Dalam

Puting susu biasanya akan timbul, kalau pun sedang mengecil setidaknya dia akan sejajar dengan kulit. Namun keanehan harus anda perhatikan ketika ia telah menukik ke dalam dan tidak sewajarnya.
Apakah puting susu saja ?
Tidak. Semua bagian di payudara yang menukik di dalam harus anda waspadai sebagai gejala kanker payudara yang patut dilakukan pengecekan lebih lanjut agar tidak menjadi lebih bahaya.
Puting susu yang ‘bersembunyi’ di dalam dapat terjadi di hanya salah satu bagian saja atau di kedua bagian sekali gus.
Ingat!! Tidak hanya puting susu, bagian lain selain puting juga dapat menukik ke dalam yang tandanya harus anda perhatikan agar tidak berdampak kronis.

8. Gatal, Bersisik Sakit, dan Ruam di Puting Susu

Faktor lain yang dapat menjadi ciri ciri penyakit kanker payudara adalah timbulnya gatal yang tidak terduga di sekitar daerah payudara. Gatal ini dapat terjadi dalam skala kecil dan tidak terlalu mengganggu sampai yang cukup mengganggu karena sulit hilang serta intensitasnya sudah sangat tinggi.
Bersisik
Di kulit payudara juga timbul semacam sisik yang cukup mengganggu karena sakit jika di kelupas atau di pegang. Bersisik pada bagian kulit mana pun tentu harus mendapat treatment yang lebih karena sewajarnya kulit manusia tidak akan bersisik, terlebih jika terjadi di daerah payudara.
Ruam
Khusus untuk ruam hanya terjadi di sekitar puting susu, jika terjadi ruam, sebaiknya berkonsultasi di dokter terkait.

Gejala Lanjut Kanker Payudara

1.     Nyeri tulang
2.     Mual
3.     Kehilangan nafsu makan
4.     Penurunan berat badan
5.     Penyakit kuning
6.     Penumpukan cairan di sekitar paru-paru (efusi pleura)
7.     Sesak napas
8.     Sakit kepala hebat dan tidak lekas sembuh
9.     Batuk
10.  Penglihatan ganda
11.  Kelemahan otot

Stadium Kanker Payudara

Apa itu stadium?
Stadium ada fase dimana kita bisa mengetahui dimana letak kanker, kondisi kankernya, serta sampai pada mana kanker menyebar dan bmengetahui pengaruh yang ditimbulkan karena penyebaran yang disebabkan. Stadium dilakukan untuk memeriksa sejauh mana perkembangan kanker dan bagaimana penanganan yang harus dilakukan untuk mencegah menjalarkan pertumbuhan sel kanker tersebut.

Kanker Payudara Stadium 0

Dikatakan stadium 0 karena kanker masih berada di pembuluh/saluran payudara serta kelenjar susu, belum mengalami penyebaran keluar dari area tersebut.

Kanker Payudara Stadium 1

Stadium 1A
kanker payudara stadium 1A
Ukurannya masih sangat kecil dan tidak menyebar serta belum ditemukannya pada pembuluh getah bening.
Stadium 1B
kanker payudara stadium 1B
Kanker payudara stadium 1B berarti bahwa sel kanker payudara dalam bentuk yang kecil ditemukan pada kelenjar getah bening dekat payudara.
·         Tidak ada tumor dalam payudara, atau
·         Tumor memiliki ukuran lebih kecil dari 2cm

Kanker Payudara Stadium 2

Stadim IIA
kanker payudara stadium 2akanker payudara stadium 2a2

·         Kanker berukuran lebih kecil dari 2cm, mulai ditemukan titik-titik pada getah bening di area sekitar ketiak.
·         Kanker telah berukuran 2-5 cm, pada pembuluh getah bening belum terjadi penyebaran titik-titik sel kanker
·         Titik-titik di pembuluh getah bening ketiak mulai ditemukan namun tidak ada tanda tumor pada bagian payudara
Stadium II B
kanker payudara stadium 2bkanker payudara stadium 2b2

1.     Kanker berukuran 2-5 cm
2.     Titik-titik pembuluh getah bening pada ketiak telah tersebar sel-sel kanker payudara
3.     Tumor telah berukuran 5 cm namun belum terjadi penyebaran

Kanker Payudara Stadium 3

Stadium III A
kanker payudara stadium 3a
Kanker telah berukuran < 5cm dan telah terjadi penyebaran sel-sel kanker pada titik-titik pembuluh getah bening di ketiak
Atau
kanker payudara stadium 3a-1

Tumor lebih besar dari 5cm dan bentuk kecil sel kanker payudara berada di kelenjar getah bening.
Atau
kanker payudara stadium 3a-2
Tumor lebih dari 5 cm dan telah menyebar ke hingga 3 kelenjar getah bening di ketiak atau ke kelenjar getah bening di dekat tulang dada.
Stadium III B
kanker payudara stadium 3b
Terjadinya pembengkakan pada dinding dada yang juga sudah mulai adanya luka yang menghasilkan nanah pada dada. Penyebarannya bisa sudah mengenai getah bening di ketiak dan lengan atas.




Stadium III C
kanker payudara stadium 3c
Telah dideteksi bahwa sel-sel kanker telah menyebat ke titik-titik pembuluh getah bening yaitu sekitar 10 area getah bening telah tersebar sel-sel kanker, tepatnya dibawah tulang selangka.

Kanker Payudara Stadium IV

kanker payudara stadium IV
Tidak diketahui telah berapa ukuran pasti sel kanker pada fase ini. Karena sel kanker telah menyebar ke jaringan lainnya yang sulit untuk diketahui. Sel kanker yang menyebar telah mulai menyebar ke berbagai lokasi, seperti tulang, paru-paru, hati dan juga tulang rusuk.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar