2. Kanker Payudara
Kanker payudara adalah jenis
kanker yang paling ditakuti oleh seluruh wanita di dunia, kanker yang umumnya
diderita oleh wanita yang cukup mematikan. Fakta mengejutkan, kanker jenis
ini tidak hanya menyerang wanita, melainkan para pria, setidaknya
ditemukan 1 dari 100 kasus yang terjadi.
Penyebab
kanker payudara bisa bermacam-macam, namun yang paling sering terjadi
disebabkan karena pola makan maupun gaya hidup. Berdasarkan penelitian kanker
payudara yang dilakukan selama ini menyebutkan faktor dominan penyebab kanker
payudara, seperti:
1. Usia : jumlah penderita kanker payudara
tertinggi berada di rentang usia 40-60.
2. Gen : terdapat dua gen yang menyebabkan resiko
terkena kanker payudara yaitu BRCA1 dan BRCA2, kedua gen ini sangat
berpotensi terkena kanker payudara. Laporan dari Harvard Scool of Public Health
menyatakan terdapat peningkatan kanker payudara yang signifikan pada para
pengguna terapi estrogen replacement.
3. Faktor personal: gejala kanker payudara juga
bisa terjadi pada wanita yang mengalami menstruasi di bawah usia 12 tahun atau
menjelang menopause yakni setelah usia 55 tahun.
Penyebab lain
seseorang terkena resiko kanker payudara adalah kegemukan, konsumsi berbagai
jenis pil, minum alkohol dan tidak menyusui. Selain faktor makanan dan gaya
hidup, faktor lain yang perlu diwaspadai adalah faktor genetik. Seorang wanita
yang mempunyai riwayat kanker dalam keluarganya, seperti ibu kandung, sebaiknya
waspada juga pada dirinya terkena resiko kanker payudara.
Dilansir pada
wikimedia, faktor genetik yang dimaksud adalah suatu proses mutasi beberapa gen
yang berperan dalam pembentukan sel kanker payudara yang bersifat onkogen.
Faktor genetik ini yang diturunkan orang tua penderita kanker payudara pada
anaknya.
Jenis
Kanker Payudara
Jenis kanker payudara
bermacam-macam, ada yang dapat disembuhkan juga beberapa diantaranya termasuk
jenis kanker yang sangat berbahaya. Kanker payudara jenis Inviltrating Duktal Karsoma misalnya, jenis kanker ini dapat
menyebar ke bagian organ tubuh yang lain. Kanker payudara jenis Inviltarting
Duktal Karsoma ini dikenal dengan dengan nama Invasif. Seperti yang
dialami Abbey (aktivis gerakan sehat penderitan kanker payudara) kanker
payudara yang dialaminya menyerang organ tubuh lainnya seperti: otak, liver,
limfa, dan kerongkongan. Berikut jenis kanker payudara yang dapat menyerang
siapa saja:
1. Duktal Karsinoma In Situ
(DCIS)
Secara ilmiah, kanker
payudara jenis Duktal Karsinoma adalah sel-sel kanker yang berada di dalam
duktus dan belum menyebar ke jaringan sekitar payudara.
2. Lobular Karsinoma In
Situ (LCIS)
Lobular Karsinoma
digolongkan sebagai kanker payudara non invasif, tetapi wanita yang
terdiagnosis terkena Lobular Karsinoma disarankan untuk melakukan mamografi secara
rutin.
3. Invasif atau
Infiltrating Duktal Karsinoma (IDC)
Kanker invasif Duktal
Karsinoma adalah dampak lanjut dari Duktal Karsinoma, karena sel-sel kanker
yang terdapat dalam Duktal akhirnya keluar dan menyebar di sekitar jaringan
lemak payudara. Kanker payudara jenis invasif ini lalu menyebar ke sistem getah
bening dan aliran darah.
4. Invasif atau
Infiltrating Lobular Karsinoma (ILC)
Sama
seperti Lobulus, kanker Infiltrating Lobular Karsinoma dapat menyebar atau bermetastatis[5]ke bagian tubuh lainnya.
5. Kanker Payudara
Terinflamasi (IBC)
Kanker payudara
terinflamasi jenis IBC ini sulit dideteksi karena untuk mengenali gejalanya
tidak melalui pengecekan benjolan pada payudara. Salah satu deteksi dini yang
dapat dilakukan untuk mengenali kanker payudara jenis IBC adalah kulit payudara
menjadi tebal dan memerah serta terasa hangat.
Seperti apa efek yang ditimbulkan?
Efek langsung yang
disebabkan oleh kanker payudara dapat melemahkan fisik penderita dan terjadi
perubahan fisik pada tubuh. Salah satunya adalah rambut rontok dan percepatan
menopause. Rambut rontok ini disebabkan karena kemoterapi, selain rambut
rontok kemoterapi juga membuat tubuh penderita sering mengalami kesakitan.
Berikut ini efek kanker payudara sebelum dan sesudah pengobatan/terapi:
1. Menopause
Symptoms. Terapi kanker payudara
dapat mempercepat menopause khususnya pada wanita produktif/muda. Menopause ini
menyebabkan panas pada tubuh, berkeringat dan jantung berdebar-debar (berdenyut
sangat cepat).
2. Rambut tumbuh kembali
setelah rontok (Kemoterapi). Rambut akan tumbuh kembali paska kemoterapi, namun saat rambut
mulai tumbuh, ada perbedaan tekstur rambut sebelum kemoterapi dan setelah
kemoterapi. Misalnya, kulit kepala menjadi kering, agak sensitif dan bersisik.
Pada beberapa kasus yang dilansir breastcancercare menyebutkan pada beberapa kasus, rambut
penderita kanker bisa tumbuh sama seperti sebelum kemoterapi namun umumnya
tidak begitu banyak bahkan ada kasus yang merubah secara permanen rambut
penderita kanker.
3. Kesakitan. Terapi yang dilakukan setelah terapi dapat
menyebabkan sakit pada bagian tubuh atau syaraf. Beberapa penderita dapat
mengontrol sakit di tubuhnya namun hal ini akan menjadi sulit apabila kesakitan
tersebut berlangsung setiap hari.
4. Kelelahan dan sulit
tidur. Kelelahan setelah
melakukan terapi/pengobatan kanker payudara bukan kelelahan tubuh biasa.
Kelelahan yang dirasakan penderita kanker tidak dapat dituntaskan dengan
istirahat dan tidur yang cukup saja. Biasanya kelelahan dan sulit tidur ini
terjadi selama berminggu-minggu pasca perawatan. Buruknya adalah karena
penderita mengalami susah tidur sehingga penderita kanker menjadi stres.
5. Lymphoedema. Lymphoedema adalah pembengkakan yang terdapat pada lengan,
tangan atau pada area payudara dan menyusahkan penderita kanker. Lymphoedema biasanya terjadi setelah melakukan radioterapi
atau bahkan setelah beberapa bulan paska perawatan kanker payudara.
6. Osteoporosis. Resiko Osteoporosis akan datang lebih cepat
setelah melakukan perawatan/penyembuhan kanker payudara. Resiko ini meningkat
setelah perawatan dilakukan kanker.
7. Berpengaruh pada
kesuburan dan kehamilan. Beberapa kasus yang terjadi paska perawatan/penyembuhan kanker
payudara adalah sulit hamil, dan dampak seriusnya dapat terjadi secara temporer
dan permanen. Khusus untuk perempuan yang ingin mengetahui pengaruh treatment
kanker payudara pada kesuburannya adalah dengan melakukan pengecekan dan
konsultasi dengan dokter spesialis.
Dokter spesialis akan
menanyakan tentang riwayat kehamilan (berapa kali), disamping juga memberikan
informasi kemungkinan terjadinya menopause. Tes darah yang dilakukan
untuk mengukur jumlah hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone). Hasilnya akan menunjukkan apakah wanita memiliki gejala menopause.
Berapa biaya yang dikeluarkan untuk operasi dan perawatan?
Perhitungan biaya
pengobatan sebelum operasi, saat operasi hingga setelah operasi perlu
diperhitungkan. Kalkulasi pengeluaran ini penting dilakukan untuk memaksimalkan
biaya pengobatan yang tepat sasaran dan berdaya guna bagi kesembuhan penderitan
kanker payudara. Seorang wanita yang telah berkeluarga misalnya dapat bekerja
sama dengan suami untuk memikirkan jalan keluar biaya pengobatan tersebut atau
melibatkan keluarga besar.
Misalnya melakukan
pembagian pos-pos pembayaran/bantuan keuangan dari uang pribadi dan keluarga.
Contohnya, untuk biaya pengobatan sebelum operasi dan pelaksanaan operasi dapat
menggunakan dana pribadi lebih dulu, setelah operasi/perawatan menggunakan dana
bantuan keluarga. Peran suami dan keluarga sangat penting dalam mendukung
proses penyembuhan penderita kanker payudara.
Penderita kanker juga
disarankan melakukan pengumpulan data terlebih dahulu sebelum melakukan
operasi. Data yang dikumpulkan seperti Rumah Sakit rujukan dan dokter yang akan
menangani penyakit Anda. Mengobati kanker payudara tidak sama dengan pengobatan
penyakit lain yang bisa datang dan pergi setelah operasi.
Proses penyembuhan
kanker payudara adalah proses jangka panjang yang melalui tiga tahapan
(pra-operasi-paska operasi) sehingga membutuhkan dokter yang berkompeten dalam
menangani penyakit Anda. Proses panjang yang dilalui penderita kanker ini
mengharuskan seseorang untuk mencari informasi besaran biaya pengobatan.
Sebelum mencari dana
untuk biaya pengobatan kanker payudara yang tentu saja akan menguras tabungan
Anda, sebaiknya melakukan manajemen pengeluaran biaya pengobatan sebagai
berikut:
1. Biaya kunjugan ke
Dokter. Pasien perlu
menghitung biaya konsultasi ke dokter spesialis, misalnya jadwal konsultasi
dilakukan 3 kali dalam sebulan/biaya setiap konsultasi.
2. Tes
laboratorium. Tes laboratorium ini
berupa biaya pengambilan sampel darah untuk pengecekan penyakit pasien.
3. Biaya prosedur (sewa
ruang perawatan dan diagnosis). Biaya diagnosis ini adalah serangkaian dengan biaya tes
darah laboratorium dan biasanya akan membutuhkan ruang inap selama beberapa
hari.
4. Imaging test berupa
x-rays dan CT-scans. CT-scan penting
dilakukan oleh pasien sebagai bukti rekam medik penyakit yang ada dalam tubuh
pasien.
5. Perawatan dengan
Radiasi (Radiation Treatments).
6. Biaya pembelian
obat. Pembelian obat-obatan
akan memakan banyak biaya, karena obat-obatan ini berfungsi mencegah penyebaran
sel kanker ke seluruh tubuh. Dana khusus untuk pembelian obat perlu
direncanakan dan disiapkan secara khusus.
7. Jenis Rumah Sakit. Jenis dan kredibiltas pelayanan rumah
sakit perlu dipertimbakan pasien agar pengobatan yang dilakukan lebih efektif
dan efisien.
8. Perawatan di
rumah. Perawatan di rumah
biasanya dilakukan paska operasi, biaya yang diperhitungkan adalah sewa perawat
untuk pasien. Perawat yang bertugas harus atas rujukan rumah sakit dan
bertanggung jawab langsung dengan dokter yang menangani pasien.
Kapan Sebaiknya Operasi Kanker Payudara?
Untuk menjawab
pertanyaan ini, seorang pasien perlu mengkonsltasikan lebih lanjut dengan
dokter spesialis terelbuh dahulu. Setelah melakukan pemeriksaan dan konsultasi
dengan dokter, akan dijelaskan tipe kanker payudara pasien, dan penanganan apa
yang akan dilakukan. Oleh karena itu yang perlu diketahui pasien adalah jenis kanker
payudara yang dialami dan jenis operasi yang dilakukan sesuai penyakit pasien.
Berikut jenis-jenis operasi kanker payudara yang dapat jadi referensi pasien:
1. Operasi Konservasi
Payudara. Pada tahap ini
dilakukan pembedahan dan sebagian dari payudara akan diangkat, besar bagian
yang diangkat tergantung pada ukuran dan tempat tumor tumbuh. Pada operasi
konservasi payudara dikenal dua jenis operasi yakni Lumpektomi dan Mastektomi.
Lumpektomi yaitu operasi pengangkatan benjolan dan beberapa jaringan normal di
sekitarnya. Sedangkan Mastektomi adalah pembedahan yang menghapus lebih banyak
jaringan kanker pada payudara, tidak sebanyak operasi Lumpektomi.
2. Mastektomi Total atau
sederhana. Pada operasi ini
dokter akan melakukan pengangkatan payudara secara keseluruhan tetapi tidak
mengangkat kelenjar getah bening.
3. Mastektomi radikal. Operasi ini akan menghilangkan seluruh
payudara, kelenjar getah bening di bawah ketiak dan otot dinding pada bagian
bawah payudara.
4. Mastektomi radikal
termodifikasi. Operasi ini dilakukan
dengan mengangkat seluruh payudara serta beberapa kelenjar getah bening di
bawah ketiak.
Penting Untuk Diketahui
Penderita yang
terdiagnosis kanker payudara harus segera memberitahukan keluarga terdekat agar
tindakan pencegahan maupun pengadaan dana segera dilakukan. Banyak penderita
kanker payudara menyembunyikan penyakit kanker payudara dari keluarga karena
malu, dan masih terkekang adat untuk membicarakan penyakit yang menyerang organ
vital. Sebab itu, dengan mengetahui risiko kanker sejak dini akan memberi
peluang hidup lebih besar bagi pasien.
Treatment Kanker Payudara
Upaya yang perlu
dilakukan penderita kanker payudara adalah sebagai berikut:
1. Jadikan olahraga sebagai gaya hidup
Sangat penting bagi
penderita kanker untuk tetap rutin melakukan olahraga seperti lari, jalan kaki
dan fitnes. Olahraga setiap hari akan menyehatkan tubuh pasien dan
menghilangkan stres karena memikirkan penyakit.
Secara umum wanita
yang tidak mengalami penyakit mematikan ini disarankan juga untuk tetap berolah
raga. Olahraga sederhana seperti jalan kaki dapat mengurangi risiko terkena
kanker payudara. Total waktu yang dihabiskan dalam sehari untuk berolah raga
sebanyak 2 ½ jam setiap hari dan berjalan kaki sebanyak 30 menit setiap hari.
2. Makan makanan sehat
Sebaiknya setiap orang
yang menyadari pentingnya hidup sehat tidak terkecuali bagi penderita kanker
saja untuk merencanakan menu sehat setiap hari. Hindari tidak terlalu sering
makan makanan berlemak, gorengan karena makanan ini menyimpan lemak jenuh yang
menyebabkan obesitas serta pemicu kanker.
Jangan mengkonsumsi
terlalu banyak makanan cepat saji, tapi usahakan mengkonsumsi makanan yang
diolah sendiri melalui proses masak maksimal. Perbanyak mengkonsumsi
buah-buahan dan mengganti snack dengan cemilan sehat seperti outmealgandum.
3. Be Breast Aware
Mencegah atau deteksi
dini perlu dilakukan setiap wanita, apalagi jika dalam keluarga memiliki
riwayat penderita kanker, risikonya akan lebih besar. Selain itu wanita juga
perlu lebih terbuka pemikirannya terhadap peluang terjadinya kanker payudara,
karena asumsinya setiap perempuan memiliki risiko terkena kanker payudara.
Sebaiknya sering
mengunduh berbagai macam hasil riset terakhir tentang kanker payudara,
informasi terbaru soal penemuan pencegahan kanker agar kita dapat melakukan
pencegahan dini terhadap kanker.
4. Mengumpulkan Informasi Bantuan Keuangan Kanker
Masalah biaya
pengobatan kanker menjadi momok selain dampak dari kanker itu sendiri. Saat ini
pasien harus aktif melakukan pencarian di situs terkait lembaga keuangan yang
mengurusi masalah finansial pasien kanker.
Banyak negara dan
organisasi nasional/internasional menyediakan infomasi finansial dan keuangan.
Lembaga ini akan mengarahkan pasien memperoleh informasi khususnya keuangan dan
finansial.
Penyebab Kanker
Payudara dari Faktor Genetik
1. Jenis
Kelamin
Faktor genetik yang satu
ini sudah tentu tidak asing lagi, Betul.. Wanita 100 kali lebih berisiko
terkena kanker payudara dibandingkan dengan pria.
2. Usia
Senja
Kanker payudara dapat
timbul seiring dengan meningkat dengan usia. Sekitar 8 dari 10 kasus kanker
payudara terjadi pada wanita di atas usia 50 tahun dan kondisi ini paling
banyak menyerang para wanita yang telah mengalami menopause
3.
Riwayat Dalam Keluarga
Di dalam keluarga yang di
dalamnya terdapat kerabat dekat yang menderita kanker payudara atau kanker
ovarium, kemungkinan besar terkena kanker payudara ini menjadi lebih tinggi.
4. Ras
Masalah ras mungkin perlu
menjadi pertimbangan, dari data yang dihimpun dari National Breast
Cancer wanita “Bule” lebih banyak terkena jenis kanker payudara.
5.
Riwayat kesehatan pribadi
Jika anda telah
terdiagnosis terkena kanker payudara pada salah satu bagian payudara, maka
kemungkinan besar faktor risiko akan meningkat pada payudara yang lain.
Risiko juga sangat tinggi jika sebelumnya telah terdeteksi sel sel abnormal di
sekitar payudara.
6. Masa
Menstruasi & Reproduksi
Jika anda telah mengalami
menstruasi dini pada usia kurang dari 12 tahun dan manepause terlambat (lebih
dari 55 tahun) kemungkinan lebih tinggi terkena risiko kanker payudara. Faktor
lain adalah tidak memiliki anak dan melahirkan di usia yang cukup tua
menjadikan risiko terkena kanker payudara lebih besar.
7.
Perubahan Gen
Perubahan gen BRCA1 dan
BRCA2 merupakan salah satu yang memicu terjadinya kanker payudara. Perubahan
gen ini dapat diketahui dengan mengambil salah satu tes genetik. Tes genetik
sangat dianjurkan jika dalam keluarga terdapat penderita kanker payudara.
8. Kepadatan
Payudara
Wanita memiliki payudara
yang di dalamnya terdapat jaringan kelenjar yang menghasilkan susu
(lobulus). Jaringan payudara yang padat mengandung sel-sel payudara
yang lebih tinggi dan memungkinkan terjadinya kanker payudara karena lebih
banyak sel-sel yang dapat menjadi kanker. Pemeriksaan jaringan payudara dengan
mammogram (scan payudara) juga sulit untuk
mendeteksi keberadaan jaringan abnormal.
Penyebab kanker payudara
dari faktor genetik ini diantaranya tidak dapat dicegah, beberapa diantaranya
adalah :
·
Usia
·
Ras
·
Riwayat keluarga
·
Riwayat kesehatan pribadi
·
Menstruasi dini
·
Manepause telat
Selain penyebab dari faktor
genetik, ternyata yang tidak kalah penting adalah penyebab dari faktor
lingkungan dan gaya hidup.
Penyebab
Kanker Payudara dari Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan tidak
dapat anda sepelekan, bahkan telah banyak kasus ditemukan penyebabnya adalah
paparan lingkungan yang tidak bersahabat dengan jenis kanker ini.
9.
Radiasi
Paparan sinar radiasi
merupakan salah satu tindakan medis dalam dunia kodokteran, seperti sinar-X dan
computerized tomography (CT) scan, dapat menjadi penyebab kanker payudara.
Pada orang yang pernah mengalami Hodgkin semasa kecil dan pernah
melakukan radioterapi ke daerah dada, seharusnya telah melakukan konsultasi
dengan spesialis untuk memeriksakan tentang keberadaan kanker payudara.
Kemudian jika pada saat ini dibutuhkan pengobatan yang
membutuhkan radioterapi, lakukan diskusi terhadap tenaga medis mengenai
kemungkinan terjadinya risiko kanker payudara sebelum pengobatan
berlangsung.
Penyebab
Kanker Payudara Faktor Gaya Hidup
Nah, ini adalah faktor
penyebab yang harusnya dapat kita minimalisir dalam kaitannya menjadi pemicu
kanker payudara. Pola hidup sehat adalah salah satu cara mencegah
kanker payudara yang
cukup ampuh, mari kenali faktor dari gaya hidup :
10.
Kelebihan Berat Badan
Kelebihan
berat badan atau obesitas setelah menopause menyebabkan lebih banyak estrogen
yang akan diproduksi.
11.
Implan Payudara
Implan sering ditanam dalam
tubuh, tak terkecuali pada bagian payudara. Wanita yang menggunakan implan
payudara dapat mempengaruhi terjadinya kanker payudara lebih tinggi
dibandingkan dengan perempuan yang tidak memakainya
12 .
Melakukan Pekerjaan Tertentu
Beberapa penelitian telah
menunjukkan keterkaitan pekerjaan wanita terhadap timbulnya kanker payudara.
Penelitian di Prancis menunjukkan hubungan antara wanita yang bekerja pada
malam hari dan nelum pernah mengalami kehamilan, dapat menjadi penyebab
kanker payudara. Selain itu, penelitian dari Kanada mengemukakan bahwa
pekerjaan tertentu, memungkinkan tubuh manusia kontak ke
dalam karsinogen, misalnya pekerjaan di bar, otomotif, perusahaan
manufaktur plastik, dan perusahaan makanan kemasan (kaleng, plastik).
13. Konsumsi
Alkohol
Bahaya alkohol salah
satunya adalah dapat menjadi penyebab berkembangnya sel kanker, seperti kanker
payudara. Sebuah penelitian kanker mengemukakan bahwa setiap 200
wanita yang secara teratur mengkonsumsi minuman beralkohol setiap sehari,
terdapat tiga wanita yang terkena kanker payudara, dibandingkan dengan
wanita yang tidak mengkonsumsi alkohol sama sekali.
14. Terapi
Penggantian Hormon (HRT)
Terapi penggantian hormon
(HRT) sering dihubungkan dengan risiko kanker payudara yang menjadi lebih
tinggi. Diperkirakan bahwa akan ada tambahan 19 kasus kanker payudara untuk
setiap 1.000 wanita yang menggunakan kombinasi HRT selama 10 tahun. Resiko
kanker akan terus meningkat jika semakin lama
melakukan HRT. Pemakaian HRT untuk membuat hormon kembali normal
selama atau lebih dari lima tahun harus di hentikan, penghentian pemakaian HRT
merupakan cara mencegah
kanker payudara yang paling
efektif.
15.
Terdapat Benjolan Jinak
Sering orang mengira, jika
terasa benjolan payudara adalah ciri-ciri kanker payudara.
Padahal belum tentu benjolan payudara, meskipun beberapa jenis benjolan
dapat menjadi penyebab kanker payudara. Benjolan jinak pada jaringan
payudara misalnya sel yang tumbuh abnormal di saluran atau sel-sel
abnormal di dalam lobus payudara dapat meningkatkan kemungkinan kanker
payudara.
Mitos
Mengenai Penyebab Kanker Payudara
Terkait dengan penyebab
kanker ganas ini, ada beberapa kebiasaan atau alat yang dikhawatirkan menjadi
pemicu kanker. Namun ternyata hal tersebut hanya lah mitos: berikut beberapa di
antaranya3).
·
Kafein
·
Deodoran
·
Microwave
·
Telepon
·
Berhubungan dengan penderita kanker payudara.
Memang belum jelas secara
pasti apa yang menjadi penyebab kanker payudara. Dokter mulai mengetahui ini
saat kanker payudara ini telah terjadi saat sel-sel payudara mulai tumbuh
secara abnormal. Sel-sel abnormal tersebut membelah diri dengan lebih cepat
dari sel sehat, dan terus menumpuk, hingga membentuk benjolan. Pada kasus
yang paling sering terjadi, tumbuhnya sel abnormal ini dimulai
pada sel-sel yang berada di saluran penghasil susu. Selain itu juga dapat
terjadi pada jaringan kelenjar yang disebut lobulus. Kemudian el-sel dapat
menyebar (metastasis) melalui payudara ke kelenjar getah bening atau ke
bagian tubuh lain.
Beberapa faktor penyebab
kanker payudara yang dapat diubah seperti konsumsi alkohol, penggunaan HRT atau
kelebihan berat badan ini sebenarnya dapat diminimalisir. Lakukan pola hidup
sehat sejak dini untuk mencegah munculnya kanker payudara ini.
Setidaknya anda dapat
melakukan beberapa hal ini untuk melakukan pencegahan kanker payudara yang
sangat ampuh :
1. Tidak
minum alkohol
2. Mengurangi
berat badan
3. Tidak
merokok
4. Olahraga
secara teratur
5. Menghindari
radiasi
6. Menghindari
Deodoran
7. Menghindari
penggunaan BH yang ketat
Ciri ciri kanker payudara
Yang
paling umum adalah adanya/timbulnya benjolan di sekitar payudara, bisa kecil,
sedang, atau besar, dapat pula terasa mengganggu atau tidak. Dalam artikel ini
kita akan membahas secara detil mengenai tanda kanker payudara yang harus di
perhatikan, pengetahuan awal ini sangat membantu dalam proses penyembuhan,
harap di simak.
1. Benjolan
/ Penebalan di Sekitar Payudara
Benjolan di sekitar
payudara merupakan salah satu ciri atau tanda paling awal yang harus anda
perhatikan. Sebagian wanita memiliki benjolan di daerah ketiak atau sekitar
payudara sebagai tanda awal mereka telah terkena kanker payudara stadium awal.
Walau tidak 100 % benjolan
ini menandakan bahwa anda terkena kanker, namun setidaknya anda harus waspada,
mulai dari yang terasa kecil atau yang sudah mengganggu, sebaiknya langsung
berkonsultasi ke dokter terkait.
Untuk membedakan mana
benjolan yang kemungkinan besar adalah kanker payudara dan mana yang tidak,
berikut adalah beberapa karakteristiknya
Tanda
Benjolan Yang Kemungkinan Kanker
·
Benjolan terasa keras
·
Benjolan ini tidak diskrit; tidak mudah dibedakan
·
Benjolan tetap di payudara; tidak bergerak
·
Hanya ada satu benjolan
·
Tidak ada benjolan yang sama di payudara sebelahnya
·
Kulit payudara berlesung pipit
·
Benjolan disertai dengan keluarnya cairan
Benjolan
Yang Kemungkinan Kecil Menjadi Kanker
·
Benjolan lunak
·
Benjolan diskrit; mudah dibedakan
·
Benjolan bergerak di payudara
·
Ada beberapa benjolan payudara
·
Ada benjolan di payudara sebelahnya.
·
Benjolan menghilang setelah siklus menstruasi
Selain benjolan, penebalan
payudara di bawah ketiak juga wajib anda waspadai dan segera konsultasi di
dokter terkait jika anda merasakan hal ini.
2. Perubahan
Ukuran dan Bentuk Payudara
Jika anda melihat ada
keanehan dalam salah satu bentuk payudara anda maka anda harus khawatir karena
ini merupakan tanda umum kedua yang paling sering terjadi. Tidak hanya bentuk,
ukuran payudara juga menjadi tanda yang umum.
Perubahan
Ukuran
Dari yang sebelumnya besar,
34 hanya menjadi 32 (Contoh dalam ukuran bh )
Perubahan
Bentuk
Dari yang sebelumnya
mancung, sekarang menjadi tengkulai ke bawah.
Gambar di samping dapat
menjadi contoh untuk ciri yang kedua ini, perubahan ukuran dan bentuk ini dapat
terjadi pada salah satu payudara, atau kedua-duanya. Jadi ada baiknya jika anda
memperhatikan salah satu berubah, atau keduanya berubah dalam hal bentuk dan
ukuran anda dapat berkonsultasi lebih lanjut pada dokter terkait.
3. Terdapat
Kerutan di Sekitar Payudara
Kerutan biasanya dialami
oleh orang yang sudah tua, namun tidak halnya jika anda mengalami atau terkena
gejala awal kanker payudara, kerutan mungkin saja terdapat di bagian tertentu
di payudara anda.
Kulit payudara
normal
Kulit payudara normal tidak
memiliki kerutan, cenderung halus dan permukaan yang rata (kecuali di daerah
puting)
Kerutan
Tanda Kanker Payudara
Kerutan tanda kanker
payudara ini dapat anda rasakan dengan tangan perbedaannya, permukan kasar dan
spesifik di daerah tertentu pada kulit payudara.
Biasanya kerutan ini akan
berwarna sedikit hitam dan tidak terlalu besar lingkupnya.
4. Keluarnya
Cairan Dari Puting Secara Tiba Tiba
Ketika tanpa sebab yang
jelas (tidak sedang menyusui) tiba tiba keluar cairan dari puting, maka ini
adalah salah satu gejala anda terkena kanker payudara.
Cairan
putih/bening
Cairan yang keluar dari
puting ini dapat berwarna putih dan bening, agak kental atau encer.
Cairan
Darah/Kecoklatan
Jika puting mengeluarkan
cairan coklat atau bahkan berupa cairan berwarna merah darah, ini sudah tahap
kronis dimana anda harus segera berkonsultasi ke dokter. Kemungkinan besar anda
mengalami gejala awal kanker payudara.
Namun secara garis besar,
apapun cairan yang keluar dari puting tanpa sebab yang jelas sebaiknya
anda beri perhatian khusus, periksa ke dokter.
5. Nyeri
Tidak Kunjung Hilang Di Bagian Tertentu Payudara
Payudara mungkin saja
terasa nyeri ketika anda mengalami menstruasi ataupun ketika sedang hamil.
Namun tentu rasa nyeri tersebut dapat hilang seiring dengan selesainya siklus
yang anda lalui.
Lalu bagaimana jika rasa
nyeri tersebut tidak kunjung hilang? Jika tidak kunjung hilang coba teliti lagi
apakah bagian yang nyeri tersebut terletak pada posisi yang sama atau tidak ?
jika pada bagian yang sama maka akan semakin besar kemungkinan bahwa itu
merupakan gejala kanker payudara yang harus anda waspadai.
Apa yang harus dilakukan
pada nyeri tersebut?
·
Jangan di pencet atau ditempelkan dengan’minyak’ pereda nyeri
·
Segera konsultasikan ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih
lanjut
·
Jangan dibiarkan terlalu lama, karena akan sangat berbahaya
6. Payudara
Nampak Kemerahan dan Bengkak
Jika anda mengalami
perubahan drastis dari warna kulit sekitar payudara seperti memerah, bengkak,
atau terlihat gelap di salah satu sisi dan bagian tertentu pada payudara anda,
maka sebaiknya anda mulai berkonsultasi pada dokter spesialis terkait.
Kemerahan
Amati kulit sekitar
payudara anda, lihat apakah ada warna aneh di bagian bawah, atas, atau samping.
Tanda merah ini biasanya akan membawa kehangatan jika di sentuh. Seperti orang
pada saat demam, namun hanya pada daerah tersebut saja.
Bengkak
Selain benjolan ada juga
bengkak yang lunak, tidak seperti benjolan yang keras bengkak ini cenderung
lebih lunak sifatnya.
7. Puting
Masuk Ke Dalam
Puting susu biasanya akan
timbul, kalau pun sedang mengecil setidaknya dia akan sejajar dengan kulit.
Namun keanehan harus anda perhatikan ketika ia telah menukik ke dalam dan tidak
sewajarnya.
Apakah
puting susu saja ?
Tidak. Semua bagian di
payudara yang menukik di dalam harus anda waspadai sebagai gejala kanker
payudara yang patut dilakukan pengecekan lebih lanjut agar tidak menjadi lebih
bahaya.
Puting susu yang
‘bersembunyi’ di dalam dapat terjadi di hanya salah satu bagian saja atau di
kedua bagian sekali gus.
Ingat!! Tidak hanya puting
susu, bagian lain selain puting juga dapat menukik ke dalam yang tandanya harus
anda perhatikan agar tidak berdampak kronis.
8. Gatal,
Bersisik Sakit, dan Ruam di Puting Susu
Faktor lain yang dapat
menjadi ciri ciri penyakit kanker payudara adalah timbulnya gatal yang tidak
terduga di sekitar daerah payudara. Gatal ini dapat terjadi dalam skala kecil
dan tidak terlalu mengganggu sampai yang cukup mengganggu karena sulit hilang
serta intensitasnya sudah sangat tinggi.
Bersisik
Di kulit payudara juga
timbul semacam sisik yang cukup mengganggu karena sakit jika di kelupas atau di
pegang. Bersisik pada bagian kulit mana pun tentu harus mendapat treatment yang
lebih karena sewajarnya kulit manusia tidak akan bersisik, terlebih jika
terjadi di daerah payudara.
Ruam
Khusus untuk ruam hanya
terjadi di sekitar puting susu, jika terjadi ruam, sebaiknya berkonsultasi di
dokter terkait.
Gejala
Lanjut Kanker Payudara
1. Nyeri
tulang
2. Mual
3. Kehilangan
nafsu makan
4. Penurunan
berat badan
5. Penyakit
kuning
6. Penumpukan
cairan di sekitar paru-paru (efusi pleura)
7. Sesak
napas
8. Sakit
kepala hebat dan tidak lekas sembuh
9. Batuk
10. Penglihatan
ganda
11. Kelemahan
otot
Stadium
Kanker Payudara
Apa itu
stadium?
Stadium ada fase dimana
kita bisa mengetahui dimana letak kanker, kondisi kankernya, serta sampai pada
mana kanker menyebar dan bmengetahui pengaruh yang ditimbulkan karena
penyebaran yang disebabkan. Stadium dilakukan untuk memeriksa sejauh mana
perkembangan kanker dan bagaimana penanganan yang harus dilakukan untuk
mencegah menjalarkan pertumbuhan sel kanker tersebut.
Kanker
Payudara Stadium 0
Dikatakan stadium 0 karena
kanker masih berada di pembuluh/saluran payudara serta kelenjar susu, belum
mengalami penyebaran keluar dari area tersebut.
Kanker Payudara
Stadium 1
Stadium
1A

Ukurannya masih sangat
kecil dan tidak menyebar serta belum ditemukannya pada pembuluh getah bening.
Stadium
1B
Kanker payudara
stadium 1B berarti bahwa sel kanker payudara dalam bentuk yang kecil
ditemukan pada kelenjar getah bening dekat payudara.
·
Tidak ada tumor dalam payudara, atau
·
Tumor memiliki ukuran lebih kecil dari 2cm
Kanker
Payudara Stadium 2
Stadim
IIA
·
Kanker berukuran lebih kecil dari 2cm, mulai ditemukan
titik-titik pada getah bening di area sekitar ketiak.
·
Kanker telah berukuran 2-5 cm, pada pembuluh getah bening belum
terjadi penyebaran titik-titik sel kanker
·
Titik-titik di pembuluh getah bening ketiak mulai ditemukan
namun tidak ada tanda tumor pada bagian payudara
Stadium
II B
1. Kanker
berukuran 2-5 cm
2. Titik-titik
pembuluh getah bening pada ketiak telah tersebar sel-sel kanker payudara
3. Tumor
telah berukuran 5 cm namun belum terjadi penyebaran
Kanker
Payudara Stadium 3
Stadium
III A
Kanker telah berukuran <
5cm dan telah terjadi penyebaran sel-sel kanker pada titik-titik pembuluh getah
bening di ketiak
Atau
Tumor lebih besar dari 5cm
dan bentuk kecil sel kanker payudara berada di kelenjar getah bening.
Atau
Tumor lebih dari 5 cm dan
telah menyebar ke hingga 3 kelenjar getah bening di ketiak atau ke kelenjar
getah bening di dekat tulang dada.
Stadium
III B
Terjadinya pembengkakan
pada dinding dada yang juga sudah mulai adanya luka yang menghasilkan nanah
pada dada. Penyebarannya bisa sudah mengenai getah bening di ketiak dan lengan
atas.
Stadium
III C
Telah dideteksi bahwa
sel-sel kanker telah menyebat ke titik-titik pembuluh getah bening yaitu
sekitar 10 area getah bening telah tersebar sel-sel kanker, tepatnya dibawah
tulang selangka.
Kanker
Payudara Stadium IV
Tidak diketahui telah
berapa ukuran pasti sel kanker pada fase ini. Karena sel kanker telah menyebar
ke jaringan lainnya yang sulit untuk diketahui. Sel kanker yang menyebar telah
mulai menyebar ke berbagai lokasi, seperti tulang, paru-paru, hati dan juga
tulang rusuk.











Tidak ada komentar:
Posting Komentar