Sabtu, 24 Oktober 2015

Kanker serviks

1. Kanker Serviks
Kanker Serviks adalah jenis kanker yang paling mematikan bagi wanita dan salah satu yang paling banyak di idap oleh para wanita. Kanker serviks dikenal juga kanker leher rahim adalah salah satu jenis kanker yang paling mematikan untuk wanita yang menyerang serviks (en : Cervix).
kanker serviks
Kanker serviks tidak memiliki tanda di awal kemunculannya, oleh karenanya ia merupakan salah satu jenis kanker yang paling berbahaya di dunia. 
Pengertian Kanker Serviks
Kanker Serviks adalah sebuah kanker ganas yang menyerang organ reproduksi wanita. Penyakit Kanker Serviks ini menempati peringkat paling teratas diantara kanker yang lainnya. Kanker ini menjadi musuh besar bagi kaum Hawa, karena banyak kaum hawa yang meninggal akibat terserang kanker Serviks. Perlu di garis bawahi, penyakit Kanker Serviks ini mematikan jika tidak ditangani dengan serius
Serviks merupakan nama lain dari leher rahim, dapat dikatakan kanker serviks nama lainnya adalah kanker leher rahim. Yang
Gejala
Untuk Anda yang ingin mengetahui gejala-gejala kanker serviks yang sering ditemui oleh penderitanya :
a) Keputihan yang diwarnai dengan darah: Biasanya, pada saat keadaan normal, keputihan berwarna putih susu atau putih bening. Jika Anda mengalami keputihan disertai dengan darah, segera cek dan konsultasikan ke dokter spesialis.
b) Nyeri saat berhubungan intim: Nyeri pada saat berhubungan intim mungkin bisa dianggap normal, namun jika nyeri secara berlebihan, mungkin itu tanda Anda mengidap kanker serviks. Anda jangan sepelekan hal ini, segera periksakan diri ke dokter spesialis.
 c) Penurunan berat badan & hilangnya nafsu makan:  Jika anda mengalami penurunan berat badan dan hilangnya nafsu makan secara tiba-tiba, ini bisa jadi suatu tanda Anda mengidap kanker serviks. Jika beberapa poin diatas sedang dialami. Penurunan berat badan dan hilangnya nafsu makan dapat disebabkan oleh sesuatu tertentu, misalnya Anda stres atau anda sedang mengkonsumsi obat-obatan yang berpengaruh pada pola makan Anda.
d) Kelelahan yang berlebihan: Mungkin Anda sudah merasa cukup beristirahat, tapi Anda masih merasa kelelahan sepanjang waktu? Gejala ini harus Anda waspadai, karena bisa terjadi Anda mengidap Kanker Serviks.
e). Pendarahan yang abnormal pada vagina: Wanita pada umumnya harus menyadari siklus menstruasi mereka. Pendarahan yang sering terjadi di luar masa mensturasi bukan hal yang wajar lagi, melainkan suatu hal yang abnormal. Hal ini merupakan suatu gejala Kanker Serviks. Anda harus segera periksakan diri ke dokter sebelum terlambat.
f) Nyeri pada panggul : Nyeri panggul secara tiba-tiba , yang tidak berhubungan dengan menstruasi dan aktifitas lainnya, bisa jadi Anda mengidap Kanker Serviks. Jangan mengkonsumsi obat-obatan warung, lebih baik, Anda mengkonsultasikannya ke dokter.
g) Gangguan pencernaan:  Gangguan yang sering terjadi pada pengidap Kanker Serviks adalah gangguang pencernaan. Jika Anda mengalami sembelit kronis, ini suatu gejala Kanker Serviks.
Penyebab
Mungkin sebagian ada yang menyangka Kanker Serviks akibat seringnya bergonta ganti pasangan (Sex Bebas). Itu memang benar, namun ada penyebab lainnya selain itu:
a) Sistem Imun lemah
Kanker Serviks dapat menyerang dengan mudah jika sistem imun tubuh melemah. Maka dari itu, menjaga kesehatan tubuh dan istirahat yang cukup sangat di anjurkan agar sistem imun tetap terjaga.
b) Merokok
Begitu banyak iklan, spanduk, dan media lainnya yang menganjurkan untuk tidak merokok. Pemicu adanya kanker serviks pada wanita, bisa terjadi jika Anda seorang perokok, karena rokok dapat mengurangi kemampuan secara alami tubuh dalam melawan HPV (Human Papillomavirus.
c) Sex Bebas
Di jaman era globalisasi ini, banyak kaum pria dan wanita yang sering bergonta ganti pasangan. Hal ini memicu terjadinya kanker serviks, karena virus lebih cepat menyebar dan menular saat berhubungan badan. Menjaga kesehatan organ intim sangatlah dianjurkan agar kita selalu terhindar dari penyakit mematikan ini.
d) Pembersih organ intim
Maraknya brand pembersih organ intim (vagina) sangat diminati oleh kaum hawa. Pembersih organ intim ini memang untuk membunuh bakteri, namun tidak semua bakteri dalam vagina merugikan. Jika Anda terlalu sering menggunakan pembersih organ intim, tanpa disadari bakteri yang baik terbunuh. Pembersih organ intim juga dapat menyebabkan iritasi pada vagina, karena lapisan kulit pada vagina sangatlah tipis dan mudah teriritasi. Jika sudah teriritasi, kondisi ini pun rentan terjadinya kanker serviks.
e) Maniak Junkfood/fastfood
Junk food/ fast food mengandung banyak sodium, lemak dan gula buatan. Semua jenis makanan ini kandungan mineral, vitamin dan proteinnya sangat sedikit sedangkan tubuh sangat membutuhkan zat penting ini untuk menangkal dan mencegah berbagai penyakit termasuk kanker serviks ini.
f) Alkohol & Narkotika
Pengaruh alkohol dan narkotika bagi wanita berdampak pada kualitas reproduksi sel telur pada rahim. Kondisi ini sangat memungkinkan terjadinya kanker serviks.
Pencegahan
Sebelum mengidap kanker serviks ini, lakukan beberapa tips untuk langkah mencegah terjadinya kanker serviks ini :
a) Mengkonsumsi makanan sehat
Mulailah mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin C, E, asam folat dan beta karoten. Sayuran dan buah ini sangat ampuh menangkal pertumbuhan kanker pada rahim.
b) Menjaga organ intim dengan baik
Anda cukup menggunakan air bersih untuk membersihkan organ intim Anda dan mencuci tangan sebelum menyentuh organ intim Anda. Dengan melakukan proses alami ini Anda akan terhindar dari kanker serviks.
c) Menghindari berganti-ganti pasangan
Berganti-ganti pasangan adalah suatu penyebab munculnya kanker serviks yang rentan terjadi pada kaum hawa. Oleh sebab itu, menjaga sebuah kesetiaan pada pasangan merupakan cara mencegah yang paling ampuh akan terjadinya kanker serviks.
d) Menghindari hubungan intim sejak dini
Berhubungan badan di bawah umur 20 tahun lebih beresiko dibandingkan diatas 20 tahun. Mengapa? Hal ini berkaitan dengan kematangan sel-sel mukosa, yang pada umumnya sel-sel mukosa matang pada umur 20 tahun ke atas
e) Olahraga secara teratur
Olahraga secara teratur dapat membuat tubuh kita menjadi bugar dan terhindar dari penyakit kanker serviks. Dengan melakukan shit up, push up di pagi hari dapat menurunkan resiko kanker serviks
f) Minum air putih
Meminum air putih minimal 1 sampai 2 liter air sehari, berarti anda akan membuang zat-zat berbahaya dalam tubuh. Air putih mengandung banyak manfaat, selain untuk keseimbangan tubuh, air putih juga bermanfaat untuk menghindari kanker serviks.

Mengenal Kanker Serviks Stadium 1

 

Kanker serviks stadium 1Kanker serviks stadium 1B
Kanker serviks memiliki tahapan atau stadium seperti jenis kanker lain. Perbedaan stadium pada dasarnya dibedakan pada perkembangan kanker dan daerah penyebaran kanker. Wanita yang sering melakukan pemeriksaan melalui papsmear biasanya cenderung memiliki kesempatan pengobatan yang lebih besar karena jangkauan penyebaran sel kanker yang lebih kecil.
Kanker serviks stadium 1 merupakan tahapan kanker dimana sel kanker hanya berada pada bagian organ leher rahim. Dalam dunia kedokteran kanker serviks stadium 1 akan dibagi menjadi stadium 1A (1A1 dan 1A2) dan 1B (1B1 dan 1B2).
Berikut ini penjelasan tentang kanker serviks sesuai tahapan atau stadium.
1.      Stadium 1A merupakan tahap kanker dimana kanker baru saja mulai tumbuh. Sel kanker memiliki ukuran yang sangat kecil dan biasanya hanya bisa dilihat melalui pemeriksaan sel dengan mikroskop.
2.      Stadium 1A1 adalah ketika sel kanker telah berkembang dengan ukuran antara 3 – 7 mm dan menyebar ke bagian jaringan organ leher rahim.
3.      Stadium 1A2 adalah dimana sel kanker telah mencapai ukuran sekitar 3 –5 mm dan sudah muncul ke organ jaringan leher rahim.
4.      Stadium 1B merupakan indikasi dari sel kanker dengan ukuran yang lebih besar dari stadium 1A, namun tidak menyebar ke jaringan lain.
5.      Stadium 1B1 merupakan pertumbuhan kanker yang telah mencapai ukuran antara 1-3 cm.
6.      Stadium 1B2 adalah tahap kanker ketika telah mencapai ukuran lebih dari 4 cm.

Gejala Kanker Serviks Stadium 1

Gejala yang muncul pada kanker serviks biasanya tidak terlalu dipikirkan oleh wanita, hal ini disebabkan karena gejala ringan yang muncul sama seperti jenis keluhan penyakit pada organ reproduksi wanita. Namun ada beberapa gejala yang harus diwaspadai sehingga semua wanita harus segera pergi ke dokter untuk memeriksakan diri. Berikut ini gejala munculnya kanker serviks.
1.      Gejala yang paling banyak ditemukan oleh wanita adalah munculnya pendarahan seperti menstruasi namun terjadi di luar siklus menstruasi. Terkadang pendarahan yang muncul berupa gumpalan-gumpalan besar dengan warna yang lebih merah.
2.      Pendarahan yang muncul saat menjelang siklus menopause dan setelah menopause. Wanita yang mendapatkan gejala ini lebih sering lalai karena dianggap hanya bagian dari proses menopause.
3.      Pendarahan yang muncul pada saat hubungan suami istri atau hubugan intim. Pendarahan hebat juga dapat terjadi setelah hubungan seks.
4.      Gejala umum yang paling sering tidak diperhatikan wanita adalah munculnya keputihan yang dalam waktu lama dan sering menimbulkan bau yang tidak enak serta munculnya rasa sakit saat berhubungan seks.
Berbagai gejala ini memang terkadang sulit untuk diamati karena cenderung seperti masalah reproduksi wanita. Namun hal inilah yang selama ini ternyata menimbulkan potensi pertumbuhan sel kanker yang lebih besar dengan resiko yang lebih berat.

Cara Pemeriksaan Kanker Serviks Stadium 1

Pemeriksaan secara rutin menjadi salah satu cara yang sangat penting untuk mempelajari cara mencegah kanker serviks. Berikut ini adalah dua jenis metode deteksi dini kanker serviks.
1.      Pap Smear: Pap smear merupakan metode pemeriksaan yang dilakukan dengan mengambil sampel dibagian leher rahim, setelah itu sampel akan diperiksa dengan memakai mikroskop. Jika ditemukan sel abnormal penyebab kanker dalam jumlah banyak maka bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui masalah pada leher rahim.
2.      Tes HPV: Tes ini dilakukan untuk mengetahui semua jenis HPV yang muncul pada leher rahim. Tes ini bisa mendeteksi kemungkinan seorang wanita memiliki resiko besar kanker rahim. Selain itu tes ini juga bisa dipakai untuk mengetahui kesehatan leher rahim.
Semua wanita yang sudah pernah menikah atau melakukan hubungan seksual disarankan untuk melakukan pemeriksaan pap smear. Jarak pemeriksaan pap smear untuk wanita yang sudah menikah dengan usia antara 25 – 29 tahun selama 3 tahun sekali. Sementara wanita yang sudah berumur lebih dari 35 tahun disarankan untuk melakukan pemeriksaan pap smear selama 4 tahun sekali.

Gejala Kanker Serviks Stadium 2

Panyakit kanker serviks memang tidak pernah menunjukkan gejala khusus sehingga penderita sering tidak menyadari jika terkena kanker. Perjalanan sel kanker dari mulai terinfeksi virus HPV hingga menyebabkan kanker bisa membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 25 tahun. Hal ini menyebabkan beberapa penderita merasa kaget karena mengetahui stadium yang sudah masuk ke stadium lanjut.
Gambar Kanker Serviks Stadium 2
kanker serviks stadium 2kanker serviks stadium 2a

Kanker serviks stadium 2 adalah jenis kanker yang telah mencapai ukuran sekitar 4 cm pada jaringan leher rahim dan menyebar ke jaringan vagina bagian atas. Kanker serviks stadium 2 dibagi menjadi dua tingkat yaitu stadium 2A dan 2B. Berikut ini pembagian kanker serviks stadium 2 menurut perbedaan penyebaran jaringan sel kanker.
1.      Kanker serviks stadium 2A adalah kanker yang telah menyebar di sekitar leher rahim dan bagian luar termasuk vagina atas tetap tidak menyebar hingga ke bagian rahim. Kanker serviks stadium 2A biasanya dibagi menjadi dua jenis. Jika ukuran kanker atau tumor memiliki ukuran lebih kecil dari 4 cm maka masuk dalam tahap 2A1. Dan jika tumor yang ditemukan memiliki ukuran lebih dari 4 cm maka termasuk dalam tahap 2A2.
2.      Kanker serviks stadium 2B adalah apabila saat pemeriksaan ditemukan penyebaran sel kanker hingga bagian luar leher rahim dan masuk ke jaringan pada bagian rahim.
Kanker serviks stadium 2 mungkin tidak akan memperlihatkan gejala khusus yang mudah di sadari oleh penderita. Namun beberapa kelainan dibawah ini bisa digunakan untuk mengamati munculnya sel kanker serviks.
1.      Muncul pendarahan dalam waktu tertentu menjelang masa menopause atau pada saat menstruasi. Pendarahan ini bisa membuat penderita merasa lemah dan lelah karena darah yang keluar sangat banyak.
2.      Muncul rasa sakit pada bagian panggul bawah namun bisa hilang sendiri dan terkadang menjadi gejala awal dari pendarahan.
3.      Penderita kanker serviks stadium 2 terkadang juga tidak memiliki gejala khusus seperti pendarahan, namun hanya keputihan yang menimbulkan bau tidak enak.

Cara Deteksi Kanker Serviks Stadium 2

Cara deteksi kanker serviks stadium 2 hampir sama seperti umumnya berbagai stadium kanker serviks. Wanita umumnya sering mengalami berbagai gejala penyakit pada organ kewanitaan seperti keputihan dan gatal. Namun semua gejala tersebut belum tentu bisa dinyatakan sebagai kanker serviks. Metode untuk pengujian atau deteksi dini kanker serviks bisa dilakukan dengan pap smear.
Pap Smear merupkan salah satu cara untuk mengambil sampel cairan di daerah leher rahim. Pap smear bisa dilakukan di klinik bersalin atau rumah sakit. Dokter yang menangani Pap Smear biasanya adalah ahli ginekologi atau ahli kebidanan dan kandungan. Tes Pap Smear dilakukan dengan cara memasukkan peralatan khusus yang bernama speculum. Perlengkapan ini akan membuat liang vagina terbuka sehingga sampel cairan pada leher rahim bisa di ambil. Metode pengetesan ini sama sekali tidak menimbulkan rasa sakit.
Untuk mendapatkan hasil terbaik dari tes Pap Smear dilakukan dalam waktu yang berbeda-beda. Namun lebih baik jika Anda melakukan tes ini 11 hari setelah haid. Selain itu biasanya rumah sakit akan memberi tahu kepada calon wanita yang akan menjalani Pap Smear untuk tidak memakai bahan-bahan kimia yang bisa masuk ke vagina seperti cairan pembersih kewanitaan atau krim untuk hubungan suami istri.

Kategori Kanker Serviks Stadium 3

Kanker serviks stadium 3 umumnya banyak ditemukan pada wanita yang tidak pernah melakukan pemeriksaan Pap Smear. Kanker serviks telah menyerang beberapa organ reproduksi yang penting dan daerah di sekitarnya tanpa menimbulkan gejala yang mudah untuk dikenali. Kanker serviks di bagi menjadi dua kategori, yaitu:
1.      Stadium 3:. Kanker serviks stadium 3A menunjukkan penyebaran ke area di bagian vagina bawah. Meskipun telah menyebar ke bagian jaringan lain di sekitar vagina namun tidak menyebabkan penyebaran di daerah panggul.
2.      Stadium 3B: Kanker serviks stadium 3B biasanya telah menyebar ke saluran urin. Penyebaran kanker juga bisa menjangkau di sekitar area kelenjar getah bening di daerah organ reproduksi maupuan organ tubuh lain. Sementara itu pada tahap ini biasanya kanker telah mencapai kelenjar getah bening pada area panggul. Pemeriksaan urin pada penderita kanker stadium 3B biasanya menunjukkan ada indikasi masalah serius pada ginjal.
Gambar Kanker Serviks Stadium 3
kanker serviks stadium 3Akanker serviks stadium 3b

Gejala Kanker Serviks Stadium 3

Kanker serviks menjadi salah satu jenis kanker yang tidak memberikan gejala. Namun pada beberapa kasus kanker serviks dengan stadium yang telah lanjut, biasanya ditemukan beberapa gejala awal. Berikut ini adalah gejala kanker serviks stadium 3.
1.      Muncul pendarahan yang dengan beberapa tingkat yang berbeda. Gejala yang paling perlu diwaspadai adalah adanya pendarahan setelah hubungan suami istri. Pendarahan lain yang bisa terjadi adalah pendarahan yang muncul di luar siklus menstruasi atau menjelang dan sesudah menopause.
2.      Munculnya keputihan dalam jangka waktu lama dan bahkan menyebabkan bau yang tidak enak.
3.      Saat berhubungan seksual, organ di sekitar liang vagina biasanya akan terasa sakit dan tidak nyaman.
4.      Muncul pendarahan dalam urin.
5.      Timbul masalah pencernaan yang berhubungan dengan kesulitan buang air besar.
6.      Timbul keinginan buang air kecil secara terus menerus.
7.      Tidak memiliki nafsu makan, lebih mudah merasa lelah, lebih dan sedih.
8.      Muncul rasa sakit pada bagian panggul belakang dan tidak nyaman untuk beberapa posisi duduk maupun berdiri.


 

Kanker Serviks Stadium 4

Kanker serviks stadium 4 adalah salah satu fase tertinggi dari kategori kanker serviks. Kondisi kanker serviks ini sudah masuk dalam tahap stadium lanjut. Salah satu penyebab angka kematian tertinggi penderita kanker serviks adalah terlambatnya proses pemeriksaan kanker. Di beberapa negara maju seperti Amerika, Inggris dan Eropa, kanker serviks lebih cepat ditangani karena biasanya ditemukan dalam kondisi yang masih awal. Sementara di negara berkembang (termasuk Indonesia) pemeriksaan kanker serviks belum terlalu dipahami oleh masyarakat.
Kanker serviks stadium 4AKanker serviks stadium 4b


Kanker serviks stadium 4b

Gejala Kanker Serviks Stadium 4

Kanker serviks stadium 4 adalah kondisi kanker yang sudah masuk dalam tahap lanjut. Kanker pada kondisi ini sudah menyebar ke berbagai organ lain dalam tubuh bahkan diluar bagian leher rahim. Kondisi kanker yang sudah menyebar ke bagian kandung kemih hingga rektum masuk dalam stadium 4A. Jika kanker telah masuk ke organ lain seperti paru-paru maka akan masuk dalam stadium 4B. Gejala dari kanker serviks stadium 4 adalah seperti di bawah ini.
1.      Terjadi pendarahan hebat saat tidak sedang menstruasi dan menjelang atau sesudah masuk tahap menopause.
2.      Ada rasa sakit yang muncul pada tulang, otot dan panggul bagin bawah.
3.      Muncul rasa sakit yang berlebihan saat buang air besar atau buang air kecil dan bahkan kadang disertai dengan pendarahan.
4.      Mengalami gangguan nafsu makan, lelah dan badan menjadi lebih lemah.
5.      Biasanya penderita akan mengalami penurunan berat badan yang terjadi dalam waktu yang sangat cepat.
6.      Terkadang jika kanker telah menyebar ke bagian otot tubuh, maka seluruh badan akan merasa sakit dan tidak nyaman.

Pemeriksaan Kanker Serviks Stadium 4

Pada awalnya semua jenis kanker serviks akan di temukan dari pemeriksaan Pap Smear. Ini adalah salah satu metode yang paling diakui untuk melihat pertumbuhan sel-sel abnormal pada bagian leher rahim. Penyebab kanker serviks yang masuk dalam beberapa jenis stadium adalah HPV (Human Papilloma Virus) dengan tipe HPV 16 dan HPV 18.
Pada kanker serviks stadium 4 biasanya hasil pemeriksaan tidak hanya dilakukan dengan Pap Smear saja. Jika hasil tes menunjukkan jumlah infeksi virus HPV dalam angka yang tinggi maka dokter akan menyarankan untuk melakukan biopsi, pemeriksaan panggul, tes darah dan –Ray. Berbagai jenis pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahu daerah penyebaran kanker dan tujuan pengobatan yang paling tepat.

Komplikasi Pada Kanker Serviks Stadium 4

Kondisi penderita kanker serviks stadium 4 pada umumnya sudah masuk dalam kondisi yang lebih lanjut. Tindakan pengobatan akan dilakukan dengan melihat kondisi umum penderita, termasuk kemungkinan munculnya beberapa jenis penyakit komplikasi. Berikut ini beberapa jenis komplikasi yang paling sering ditemukan.
1.      Gagal Ginjal. Gagal ginjal pada penderita kanker serviks stadium 4 disebabkan karena pertumbuhan kanker yang telah menekan saluran ureter . gangguan ini akan menyebabkan ginjal tidak bisa bekerja dengan baik. Gejala yang dapat ditemukan dengan komplikasi ini adalah penderita akan terus merasa lelah, sakit pada bagian panggul bawah, ada pendarahan dalam urin dan pembengkakan pada kaki atau tangan.
2.      Penggumpalan darah. Penggumpalan darah pada penderita kanker serviks stadium 4 biasanya disebabkan oleh pertumbuhan kanker yang telah menekan bagian pembuluh darah yang berada di area panggul. Akibatnya maka darah tidak bisa mengalir dengan lancar. Gejala komplikasi ini adalah seperti pembengkakan pada kaki, timbul bercak merah pada kulit, dan kulit pada area penggumpalan darah akan terasa lebih panas.

3.      Pendarahan yang sangat hebat bisa terjadi pada penderita kanker serviks stadium 4. Pendarahan ini disebabkan karena munculnya kanker yang telah menyerang organ vagina bagian dalam, kandung kemih dan usus. Pendarahan yang terjadi pada penderita bisa melewati vagina maupun dubur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar