Sabtu, 24 Oktober 2015

Kanker otak

Kanker Otak
Kanker Otak adalah penyakit yang menyerang bagian otak di mana penderita nantinya terus mengalami penurunan produktivitas hingga dapat kehilangan nyawanya.

Jenis Kanker Otak

Penyakit Kanker Otak dibagi menjadi dua jenis yaitu Kanker Otak Primer dan Kanker Otak Sekunder.
·         Kanker Otak Primer adalah Kanker Otak yang berawal dari tumbuhnya tumor di bagian otak langsung.
·         Sedangkan Kanker Otak Sekunder adalah Kanker Otak yang berasal dari bagian atau organ lain di mana tumor tersebut menyebar ke bagian otak.
Sampai saat ini penyebab dari tumbuhnya atau terjadinya Kanker Otak belum diketahui. Mari kita bahas Kanker otak dan tahapan deteksinya..

Stadium Kanker Otak

kanker otak
Kanker Otak Stadium tahap awal memiliki perbedaan dengan tingkat Kanker Otak lainnya. Ini menjadi awal mula di mana sel tumor ganas atau Kanker muncul dalam tubuh. Gejala awal timbulnya sel tersebut pada Kanker Otak Stadium 1 juga berbeda. Berbeda dengan tingkat stadium lain begitupun berbeda dengan kondisi pasien atau penderita tersebut. Pada umumnya penderita atau pasien Kanker Otak Stadium 1 kebanyakan tidak mengetahui bahwa mereka sedang menderita penyakit tersebut.
Gejala yang timbul
Gejala yang timbul biasanya hanya bisa dilihat bila melakukan check up ke dokter ahli bidang Kanker. Kebanyakan penderita Kanker Otak baru mengetahui di tingkat setelah Stadium 1. Pada Kanker Otak Stadium 1, Pertumbuhan sel tumor atau Kanker layaknya pertumbuhan sel lainnya dalam otak. Mereka mulai tumbuh dengan ukuran kecil dan masih terlihat normal.
Adapun penderita yang mengetahui bahwa ia menderita Kanker Otak Stadium 1 biasanya penderita tersebut memang sering atau selalu rutin memeriksakan diri ke dokter. Inilah yang menjadi alasan mengapa selalu disarankan kita melakukan check up ke dokter setiap bulan. Bukan hanya ketika sakit saja agar bila ada penyakit dapat diketahui secepat mungkin begitupun dokter dapat memberi tindakan.
Untuk penderita penyakt Kanker Otak Stadium 1 kebanyakan dapat disembuhkan bila memang penanganan pengobatannya tepat. Tahap untuk menjalani pengobatan anatara setiap penderita berbeda.
Berikut tahap bagaimana perjalanan seoran penderita Kanker Otak Stadium 1 dari mulai diagnosis dokter, pengecekan, hingga penyembuhan:

Tahapaan Diagnosis Kanker Otak

1.) Tahap Wawancara

Sebelum dokter benar – benar memvonis seseorang atau pasiennya sebagai penderita penyakit Kanker Otak, dokter akan terlebih dahulu melakukan wawancara terhdap pasien tersebut. Dokter akan menanyakan dan mencari tahu penyebab mengapa sang pasien dapat diduga terserang penyakit Kanker Otak Stadium 1. Hal ini ada beberapa faktor yang dapat menunjang yaitu:
1.     Faktor genetik
Ada sebagian penderita yang memang terserang penyakit Kanker karena memiliki faktor genetik di mana ada keluarganya khususnya orangtua mereka juga terseraang penyakit tersebut. Sehingga memang sulit dihindari untuk tidak terkena Kanker.
2.     Faktor lingkungan
Dokter juga akan bertanya bagaimana kita hidup. Ada banyak penderita Kanker Otak yang terseraang kanker dikarenakan lingkungan kerja atau juga tempat tinggal yang buruk. Misalnya bekerja atau tinggal di sekitar Industri Produksi Karet, Industri Perminyakan, dan lain – lain.
3.     Faktor Pola hidup
Selain dari faktor genetik dan faktor lingkungan, penderita juga akan ditanya bagaimana pola hidup mereka. Apakah terlalu sering menggunakan gadget dengan waktu yang lama, penggunaan ponsel yang terlalu lama, merokok, mengalami trauma di bagian kepala, ataupun menderita penyakit HIV. Karena semua itu dapat menjadi pendukung dan memicu sel Kanker tumbuh.
Setelah melakukan wawancara, dokter akan mulai memberi diagnosis terhadap pasien.

2.) Saran dan referensi dokter

Setelah tahu mengenai faktor dan pemicu, dokter akan menyarankan dan memberi surat referensi untuk melakukan berbagai tes. Mulaidari tes CT Scan (Computerizd Tomography), tes MRI (Magnetic Resonance Imaging), dan Uji fisik. Dokter akan menulis sendiri referensi untuk bagian Radiologi, apa suntikan tes yang harus diberikan begitupun keterangan yang harus dicari oleh pihak Radiologi.

3.) Diagnosis

Di tahap ini dokter akan kembali memikirkan dengan cermat atas hasil wawancara berupa faktor pemicu dan juga melihat hasil tes dari pihak Radiologi. Kemudian mereka akan memberi diagnosis secara jelas. Sudah di tingkat berapakan kanker Otak sang pasien dan di mana letak sel Kanker tersebut.

4.) Pengobatan

Dokter yang telah memberi diagnosis dan vonis Kanker Otak Stadium 1 pada sang pasien tentu akan memberi saran terhadap pengobatan. Untuk pengobatan mereka akan melihat terlebih dahulu mana pengobatan yang cocok dengan melihat kondisi Kanker Otak juga kondisi kesehatan sang pasien. Biasanya untuk Stadium 1, pengobatannya bisa melalui operasi. Itupun bila memungkinkan letah tumornya tidak menganggu organ lain khususnya saraf. Atau dengan gabungan pengobatan lainnya.

Pengobatan Kanker Otak Stadium Awal

Pengobatan – pengobatan lainnya yaitu Radiotherapy, Radiosurgery, Chemotheraphy. Hyperthermia, dan Immunotherapy. Inilah perbedaan cara pengobatan tersebut:
1.     Operasi: Pengobatan dengan cara menghilangkan dan mengangkan Kanker atau tumor dari otak agar tidak menyebar ke bagian lainnya juga agar tidak membesar.
2.     Radiotherapy: Pengobatan dengan menggunakan bantuan radiasi tinggi dengan tujuan untuk membuat sel – sel Kanker atau tumor menjadi lemah dan tidak lagi berkembang.
3.     Radiosurgery: Pengobatan yang bertujuan untuk mengangkat sel Kanker atau tumor di mana letak sel tersebut sulit dijangkau sehingga operasinya harus dibantu dengan Pisau Gamma.
4.     Chemotherapy: Pengobatan dengan bantuan suntikan obat yang ditunjukan langsung pada sel di mana bertujuan untuk mematikan sel secara perlahan. Obat untuk Kanker Otak Stadium 1 dengan lainnya berbeda – beda.
5.     Hyperthermia: Pengobatan dengan cara pemanasan.
6.     Immunotherapy: Pengobatan yang menggunakan media sel imun untuk dibimbing agar dapat melawan dan membunuh sel Kanker atau tumor.
Bila sang pasien dapat menerima dan mau untuk melakukan pengobatan, biasanyanya pasien Kanker Otak Stadium 1 tersebut dapat sembuh. Semua tergantung pada kemampuan sang pasien seperti ketahanan batin dan juga mengenai biaya. Karena tidak sedikit penderita Kanker Otak yang mengami penurunan atau merasa down ketika tahu bahwa mereka menderita Kanker Otak Stadium 1. Paadahal hal tersebut dapat membuat pengobatan terganggu. Itu makanya biasanya dokter akan meminta keluarga dan kerabat juga teman agar terus memberi semangat dan motivasi agar sang pasien atau penderita terus bersemangat ingin sembuh.

Penyebab kanker otak:
pa pun yang mengacu pada gen dapat disebut “genetik ‘. Dalam kasus tumor otak turun-temurun, mutasi atau perubahan urutan DNA yang membentuk gen tertentu, dilewatkan dari nenek ke orangtua ke anak. Sebagian besar faktor risiko genetik tidak diwariskan pada saat lahir, tapi benar-benar berkembang dari waktu ke waktu seiring dengan bertambahnya usia.
Gen adalah instruksi operasi untuk seluruh tubuh. Sementara sebagian besar gen kita melakukan pekerjaan seperti yang diharapkan, sejumlah kecil lainnya dapat menjadi tidak aktif atau berhenti bekerja. Gen yang tidak aktif atau rusak dapat mengubah cara sel-sel tumbuh, yang pada akhirnya dapat menyebabkan perkembangan tumor
 2).
1. Riwayat Dalam Keluarga
Pada kasus tumor otak yang terjadi, sekitar 5% memiliki hubungan dengan faktor genetik (keturunan), termasuk juga kondisi sindrom Li-Fraumeni, neurofibromatosis, sindrom nevoid karsinoma sel basal, tuberous sclerosis, sindrom Turcot, dan penyakit von Hippel-Lindau. Para ilmuwan juga menemukan “cluster” tumor otak tanpa adanya hubungan dengan kondisi turun-temurun ini  dan penelitian sedang dilakukan untuk mencoba untuk menemukan penyebabnya.
2. Perubahan Kromosom
Setiap sel normal dalam setiap tubuh manusia memiliki 23 pasang kromosom. Perubahan kromosom yang paling umum pada tumor otak terjadi pada kromosom 1, 10, 13, 17, 19, dan 22. Perubahan pada kromosom 1 dan 19 adalah yang paling sering ditemukan di oligodendrogliomas dan perubahan pada kromosom 22 adalah yang paling sering ditemukan di meningioma.
Mungkin kita mengalami kekhawatiran tentang tumor otak yang terjadi karena faktor keturunan. Untuk itu mulailah untuk mengetahui sejarah keluarga dengan mengkonsultasikan dengan dokter keluarga. Meskipun skrining rutin untuk tumor otak saat ini belum tersedia (merupakan cara mencegah kanker payudara atau kanker leher rahim secara dini), namun ciri-ciri dan gejala kanker otak yang tidak biasa seperti sakit kepala atau kehilangan memori jangka pendek dapat diselidiki dalam sejarah keluarga atau pada kondisi sehari-hari.
Banyak penelitian telah dilakukan pada sejumlah potensi faktor risiko lingkungan. Dari sekian banyak faktor yang diteliti, hanya satu paparan radiasi ION yang telah jelas terbukti meningkatkan risiko mengembangkan tumor otak. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa riwayat alergi orang dewasa, ibu mengkonsumsi buah dan sayuran selama kehamilan, anak-anak yang mengkonsumsi sayuran dan telah mengalami cacar air, menunjukkan bahwa potensi untuk pengembangan tumor otak ini semakin berkurang.
3. Medan elektromagnetik
Banyak iformasi yang berkembang mengenai energi dari jaringan listrik atau penggunaan ponsel ini, memungkinkan dalam peningkatan resiko terjadinya tumor otak. Hal ini merupakan alasan dari tindakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang merekomendasikan pembatasan terhadap penggunaan ponsel dan menggantinya dengan headset atau hands free untuk orang dewasa dan anak-anak.
4. Radiasi
Teknik pengobatan radiasi ke arah kepala yang dilakukan pada sakit sebelumnya termasuk sinar-x pengion, dalam beberapa kasus telah menunjukkan keterkaitan terhadap faktor yang mengembangkan resiko kanker otak.
5. Infeksi virus dan Alergen
Infeksi virus Epstein Barr (EBV) mempengaruhi peningkatan resiko limfoma. EBV juga lebih dikenal sebagai virus penyebab mononucleosis. Dalam penelitian lain, virus tingkat tinggi yang disebut cytomegalovirus (CMV) telah ditemukan pada jaringan tumor otak namun arti temuan ini masih dalam penelitian. Beberapa jenis virus lain telah terbukti menyebabkan tumor otak yang dilakukan dalam percobaan pada hewan,   namun masih banyak diperlukan data untuk mengetahui apakah paparan infeksi virus dapat menjadi penyebab kanker otak 3)
6. Senyawa N-nitroso
Beberapa penelitian yang dilakukan pada suplemen dan diet N-nitroso menunjukkan bahwa adanya peningkatan resiko tumor otak pada anak dan dewasa. Senyawa N-nitroso ini terbentuk dalam tubuh, yang berasal dari zat nitrit atau nitrat yang banyak terkandung di beberapa daging, asap rokok, dan kosmetik. Namun, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk pembuktian akan penyebab kanker otak ini.
Penting untuk diketahui bahwa penyebab kanker otak tidak secara akurat karena faktor lingkungan, yang berarti bahwa hasil seluruh penelitian dapat menjadi tidak konsisten. Studi lebih lanjut harus dilakukan sebelum meyakini bahwa faktor lingkungan seperti konsumsi pangan tertentu (nitrit), merokok, penggunaan telepon seluler merupakan faktor risiko yang mutlak untuk tumor otak.



Gejala & Ciri Ciri Kanker Otak

kanker otak
Kanker otak merupakan salah satu tumor ganas yang menyerang bagian otak, parahnya ciri ciri dan gejala kanker otak tidak begitu diketahui pada awal pertumbuhannya. Terlepas dari bahayanya, tentu pengetahuan dini mengenai ciri-ciri yang menjadi tanda anda mengidap kanker otak cukup penting di ketahui.
Studi yang dilakukan Department Oncology, BSMMU, Bangabandhu Sheikh Mujib Medical University, sebuah universitas ternama di Bangladesh menemukan bahwa terdapat 16 Ciri ciri kanker otak yang harus di waspadai. Studi ini dilakukan pada 50 penderita dengan rentang umur 2-60 tahun 1)

1. Sakit Kepala

Sakit kepala merupakan ciri-ciri kanker otak yang paling umum, sebanyak 38 orang dari 50 responden atau sekitar 76 % mengalami gejala ini. Namun tentu sakit kepala kebanyakan bukan disebabkan oleh kanker otak, melainkan sakit kepala umum yang bisa terjadi pada siapa saja.
·         Sakit kepala ini baru bagi anda. Anda belum atau sangat jarang terkena sakit kepala namun tiba-tiba belakangan ini sangat sering menderita penyakit ini. Selain itu jika sakit kepala yang anda rasakan berbeda dengan yang biasanya terjadi, waspada lah, mungkin ini salah satu tandanya.
·         Sakit kepala yang ditandai gejala lain. Sakit kepala karena tumor otak sangat jarang ‘berdiri sendiri’, ia biasanya diikuti oleh gejala lain seperti mual, muntah, dan pusing. Tak jarang gejala lain yang lebih ekstrim seperti kejang kejang, kesulitan bicara, dan masalah penglihatan mengiringi sakit kepala karena kanker otak.
·         Sakit kepala mulai ketika bangun di pagi hari. Sakit kepala yang terjadi ketika anda bangun tidur di pagi hari disertai dengan mual dan muntah-muntah serta kembali membaik di siang hari adalah salah satu jenis dan karakteristik dari penyakit tumor otak ganas.
·         Sakit kepala yang semakin menjadi – jadi. Sakit kepala yang menjadi gejala kanker otak akan terus menjadi-jadi seiring waktu, minggu demi minggu, bulan demi bulan. Sebaiknya anda memeriksakan masalah tersebut secepatnya di dokter terkait.

2. Perubahan Mental

Sebanyak 32 dari 50 peserta penderita kanker / tumor otak yang diteliti mengalami perubahan mental drastis setelah mengidap kanker ini. Tumor menyebabkan fungsi otak tidak berjalan normal/maksimal yang berdampak pada kesehatan mental.
Ciri Ciri Perubahan Mental Karena Kanker Otak
·         Kehilangan memori
·         Gangguan konsentrasi
·         Masalah dengan penalaran
·         Perubahan kepribadian dan perilaku
·         Peningkatan intensitas tidur

3. Muntah-Muntah

Penelitian yang dilakukan oleh BSMMU mendapati 26 dari 50 penderita tumor otak mengalami gejala muntah (sekitar 52%). Karakteristik muntah yang menjurus pada kanker otak adalah terjadi pada pagi hari tanpa adanya mual terlebih jika diikuti tanda lainnya seperti sakit kepala.
Sama seperti gejala dan tanda poin pertama (sakit kepala), baik muntah dan sakit kepala merupakan dua penyakit yang sangat umum sehingga samar-samar dan sulit dibedakan.  Ketelitian anda dalam mencermati berbagai jenis muntah yang anda alami sangat penting untuk mengetahui penyakit yang anda alami.
Ciri Ciri Muntah Karena kanker otak
·         Terjadi secara tiba tiba tanpa penyakit tertentu sebelumnya
·         Cairan muntah tidak normal (berwarna agak hijau)
·         Terjadi bersamaan dengan sakit kepala.
Muntah muntah ini terjadi karena adanya saraf yang terganggu karena tumor otak. Biasanya hal ini tidak dapat diobati selama masih ada tumor di dalam otak tersebut.

4. Gangguan Penglihatan

Sebanyak 23 dari 50 peserta penelitian yang mengidap tumor otak mengalami gangguan penglihatan, artinya 46 % dari penderita kanker otak mengalami hal ini. Apa saja gangguan penglihatan yang dapat kita katakan sebagai ciri ciri kanker otak ?
·         Melihat lampu seperti berkedip
·         Penglihatan kabur
·         Hanya mampu melihat lurus ke depan
·         ‘Kehilangan’ teks ketika membaca
·         Gangguan mata lainnya yang tidak lazim anda alami.
Gangguan penglihatan disebabkan oleh adanya saraf mata yang terganggu karena tumor otak. Hal ini juga tergantung lokasi dari kanker otak tersebut.

5. Kesulitan Saat Bergerak

21 dari 50 penderita kanker otak yang diteliti mengalami kesulitan saat bergerak, artinya 42 % terjadi pada penderita kanker otak. Tumor pada otak tentu akan membatasi fungsi otak normal manusia, salah satunya adalah sebagai motor penggerak tubuh.
Bagaimana contohnya ? seorang dengan tumor di otaknya akan mengalami kesulitan dalam bergerak di salah satu sisi tubuhnya.
·         Berjalan tidak seimbang/ kehilangan keseimbangan
·         Sering tersandung atau bersandar di dinding ketika berjalan
·         Sulit berkoordinasi ketika bergerak
Penyebab
Kesulitan bergerak merupakan akibat dari rusaknya saraf akibat kanker otak, otak adalah motor penggerak dan pengontrol organ tubuh lainnya, kerusakan akan membuat anda susah bergerak.

6. Kejang-Kejang

Cukup banyak yang mengalami kejang-kejang ketika terkena kanker otak, setidaknya 21 dari 50 peserta mengalami hal ini (36 %). Kejang-kejang ini terjadi karena aktivitas motorik pada otak tidak normal. Berikut beberapa karakteristik kejang pada penderita kanker otak4).
·         Serangan terjadi mendadak (tanpa tanda)
·         Diikuti kehilangan kesadaran pada tubuh dan kontraksi otot
·         Kehilangan kontrol fungsi tubuh
·         Menggigit lidah
·         Tidak bernafas jangka pendek (30 detik), menjadi biru kehitaman
·         Durasi kejang pendek 2-3 menit
·         Efek setelah kejang terjadi  kantuk, sakit kepala, kebingungan, sakit otot, kelemahan singkat, atau mati rasa.

Insidensi
·         Sekitar 60% dari pasien tumor otak akan mengalami kejang setidaknya sekali selama tumor otak tersebut masih ada.
Penyebab
Kejang disebabkan oleh aktivitas listrik abnormal di otak. Biasanya, sel-sel saraf tubuh berkomunikasi satu sama lain melalui sinyal listrik yang dikendalikan dengan hati-hati. Jika ada sesuatu mengganggu sinyal-sinyal ini dan mereka menjadi lebih intens, Anda cenderung menjadi kejang.
Kebanyakan kejang terjadi secara acak, setiap saat, dan tanpa penyebab tertentu. Namun, mungkin ada gejala terlebih dahulu. Orang yang secara sering mengalami kejang kadang-kadang melihat hal-hal yang mungkin sinyal kejang mendekat. Peringatan ini disebut “aura.” Aura kadang mengambil bentuk sakit kepala, perubahan suasana hati, kedutan otot, atau bau tertentu.
Penanganan
Berikut adalah beberapa saran tentang apa yang harus dilakukan ketika kejang terjadi pada pasien dengan tumor otak:
·         Selama kejang, jangan panik; kebanyakan kejang berakhir dengan sendirinya.
·         Pastikan pasien bernapas.
·         Bersihkan area benda tajam atau sesuatu yang berbahaya. Anda mungkin harus membuka kacamata pasien.
·         Lindungi kepala benda berbahaya
·         Jangan menaruh apapun di mulut.
·         Jangan mencoba untuk menahan anggota badan selama kejang, karena hal ini dapat menyebabkan cedera.

 7. Kebutaan

Sebanyak 10 responden dari 50 mengalami kebutaan ketika mengalami kanker otak, setidaknya ada 20 % dari mereka yang mengalami ciri ciri ini. Kebutaan merupakan ciri ciri kanker otak stadium lanjut ketika sebagian besar tumor telah menjalar hingga mengganggu bagian mata.

8. Demensia

Penelitian ini memang salah satu yang cukup mengejutkan dimana demensia merupakan salah satu penyakit yang disebabkan kelainan pada otak. Setidaknya ada 14 % atau 7 dari 50 orang yang menderita tumor otak mengalami gejala ini.

9. Ketidaksadaran

Ketidaksadaran dialami setidaknya 14 % atau 7 dari 50 penderita tumor otak, gejala ini adalah efek lanjut / kronis dari tumor otak jika telah mencapai stadium lanjut. Tumor yang menjalar di otak jika semakin besar akan membuat anda kehilangan kesadaran, lupa, dan ketidak tahuan mengenai lingkungan dan kejadian sekitar.

10. Gangguan Kesadaran

Masih terkait dengan poin nomor 9, gangguan kesadaran ini merupakan efek sebelum terjadinya ketidaksadaran, ada 3 orang atau 6% yang mengalami gangguan kesadaran ini. Apa saja indikasi kesadaran yang di maksud :
·         Sering terkejut
·         Sering bengong
·         Sering lupa apa yang dilakukan

11. Penurunan Berat Badan

Penurunan berat badan juga di alami sekitar 6% dari penderita kanker otak, masih belum dapat dijelaskan secara mendetil mengenai penyebabnya. Namun hal ini disinyalir karena kemampuan kognitif dan aktivitas yang sudah tidak normal lagi sehingga mempengaruhi metabolisme tubuh secara keseluruhan yang berdampak pada penurunan berat badan.

12. Demam

Demam mungkin tidak disangka sebagian orang dapat menjadi gejala kanker otak yang sangat mematikan. Penyakit umum seperti ini memang cukup berbahaya jika kita kaitkan pada kanker otak. Ada 6% responden yang mengalami demam sebagai gejala yang ditimbulkan akibat kanker otak.

13. Kehilangan Sensasi

Sebanyak 4% responden mengalami kehilangan sensasi, hilangnya sensasi ini dikaitkan erat dengan perkembangan fungsi otak yang terganggu oleh tumor. Otak tidak dapat berfungsi normal yang menyebabkan pikiran hanya flat saja seiring dengan menurunnya kemampuan kognitif.

14. Anorexia / Kehilangan Nafsu Makan

Anorexia merupakan penyakit yang berkaitan dengan kehilangan nafsu makan, ada sekitar 4 % penderita tumor otak yang mengalami hal ini. Saat ini belum banyak penelitian yang mengaitkan anorexia yang terjadi pada saat mengidap tumor otak.

15. Vertigo / Pusing

Vertigo atau pusing di kepala terjadi pada 2 dari 50 responden yang diteliti, namun ternyata pusing ini menjadi salah satu ciri ciri yang cukup berbahaya karena seperti halnya sakit kepala dan muntah, ia sangat samar dengan penyakit lain. Penderita vertigo akan merasakan berputar atau serasa bergerak, dunia berputar walau dalam keadaan istirahat.

16. Kehilangan Libido

Penderita kanker otak yang mengalami kehilangan libido dan berkaitan erat dengan kanker otak ini terjadi pada pria, memang sampai saat ini belum ada penelitian terkait yang menghubungkan antara libido dan mengapa berpengaruh pada penderita tumor otak. Namun banyak yang mengaitkan bahwa otak adalah pusat segalanya sehingga sangat berpengaruh bagi berbagai bagian dan fungsi tubuh. Setidaknya ada 2 % dari penderita kanker otak yang mengalami hal ini.

Ciri Ciri Kanker Otak Berdasarkan Lokasinya


Lokasi
Gejala
Lobus Frontal
- Perubahan kepribadian
- Berperilaku tidak seperti biasanya
- Kehilangan minat dalam hidup (apatis)
- Kesulitan dengan perencanaan dan pengorganisasian
- Menjadi mudah marah atau agresif
- Kelemahan di bagian wajah atau pada satu sisi tubuh
- kesulitan berjalan
- Kehilangan indra penciuman
- Masalah dengan penglihatan atau Suara
Lobus Temporal
- lupa kata-kata
- Kesulitan menemukan kata yang benar
- Kehilangan memori jangka pendek
– Mendengar suara-suara di kepala Anda
Lobus Parietalis
- Kesulitan berbicara atau memahami apa yang dikatakan kepada Anda
- Masalah dengan membaca atau menulis
- Hilangnya rasa di bagian tubuh
Lobus oksipital
- Masalah penglihatan atau kehilangan penglihatan di satu sisi
Cerebellum (otak belakang)
- Koordinasi yang buruk
- Gerakan mata yang tidak terkendali
- Penyakit leher kaku
- Pusing
Batang Otak
- Koordinasi yang buruk
- Terkulai kelopak mata atau mulut di satu sisi
- Kesulitan menelan
 kesulitan berbicara
- Melihat ganda
Saraf Tulang Belakang
- Rasa Sakit
- Mati rasa di bagian tubuh
- Kelemahan di kaki atau lengan
- Hilangnya kontrol kandung kemih atau usus
Kelenjar di bawah otak
- Menstruasi yang tidak teratur atau jarang
- Infertilitas pada pria dan wanita
- Kekurangan energi
- Peningkatan berat badan
- Perubahan suasana hati
- Darah tinggi
- Kencing Manis
- Tangan dan kaki membesar
Saraf mengendalikan pandangan
- Pandangan gabur / buta
Saraf Pendengaran
- Kesulitan mendengar – tuli
Selaput otak
- Sakit kepala
- Demam
- Penglihatan kabur
- Kesulitan bergerak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar