Definisi Diamond-Blackfan Anemia (DBA)
Diamond-Blackfan anemia (DBA), juga dikenal sebagai Blackfan–Diamond anemia dan Inherited erythroblastopenia, adalah aplasia erythroid bawaan (sejak lahir) yang biasanya
hadir pada masa kanak-kanak. Pasien-pasien DBA mempunyai jumlah-jumlah sel
darah merah yang rendah (anemia).
Sisa dai sel-sel darah mereka (platelet-platelet dan sel-sel darah putih)
adalah normal. Ini adalah berlawanan pada Schwachman-Diamond syndrome, dimana kerusakan sumsum tulang (bone marrow) berakibat terutama
pada neutropenia, danFanconi anemia, dimana semua garis-garis sel
terpengaruh yang berakibat padapancytopenia.
Keberagaman dari kelainan-kelainan bawaan (sejak lahir) lain mungkin
juga terjadi.
Ciri-Ciri Klinik
Diamond-Blackfan anemia dikarakteristikan oleh anemia
(jumlah-jumlah darah merah yang rendah) dengan progenitors (leluhur) erythroid
yang berkurang pada sumsum tulang. Ini biasanya berkembang selama neonatal.
Kira-kira 47% dari individu-individu yang terpengaruh juga mempunyai
keberagaman dari kelainan-kelainan bawaan (congenital), termasuk
malformasi-malformasi craniofacial, ibu jari atau kelainan-kelainan anggota
tubuh bagian atas, kerusakan-kerusakan cardiac, malformasi-malformasi
urogenital, dan cleft palate. Berat badan kelahiran yang rendah dan penundaan
pertumbuhan umum adakalanya diamati. Pasien-pasien DBA mempunyai risiko yang
sedang mengembangkan leukemia dan penyakit-penyakit berbahaya lain.
Diagnosis
Secara khas, diagnosis dari DBA dibuat melalui pemeriksaan darah
sederhana dan biopsi sumsum tulang. Diagnosis dari DBA dibuat pada dasar dari
anemia, jumlah-jumlah reticulocyte (sel-sel darah merah yang belum dewasa) yang
rendah, dan pelopor-pelopor erythroid pada sumsum tulang yang berkurang.
Ciri-ciri yang mendukung diagnosis dari DBA termasuk kehadiran dari
kelainan-kelainan bawaan (congenital), macrocytosis, hemoglobin fetal yang
meningkat, dan tingkat-tingkat adenosine deaminase yang meningkat pada sel-sel
darah merah. Kebanyakan pasien-pasien terdiagnosa pada dua tahun pertama
kehidupan. Bagaimanapun, beberapa individu-individu yang terpengaruh secara
ringan hanya menerima perhatian setelah anggota keluarga yang terpengaruh
secara lebih parah teridentifikasi. Kira-kira 20-25% dari pasien-pasien DBA
mungkin diidentifikasi dengan pengujian genetik untuk mutasi-mutasi pada gen
RPS19.
Sejarah
Diamond dan Blackfan menggambarkan anemia hypoplastic bawaan pada
tahun 1938. Pada tahun 1961, Diamond dan teman-teman menghadirkan data
longitudinal pada 30 pasien-pasien dan mencatat hubungan dengan
kelainan-kelainan kerangka. Pada tahun 1997 daerah pada kromosom 19 ditentukan
membawa gen yang termutasi pada DBA. Pada tahun 1999, mutasi-mutasi padaribosomal
protein S19 gene (RPS19) ditemukan berhubungan
dengan penyakit pada 42 dari 172 pasien-pasien DBA. Pada tahun 2001, ditentukan
bahwa gen DBA kedua terletak pada daerah kromosom 8 meskipun bukti
keheterogenan genetik lebih jauh ditemukan.
Genetik-Genetik
Kira-kira 10-25% dari kasus-kasus DBA mempunyai sejarah penyakit
keluarga, dan kebanyakan silsilah-silsilah (pedigrees) menyarankan autosomal
dominant mode dari warisan. Penyakit dikarakteristikan oleh keheterogenan
genetik, dengan bukti sekarang ini mendukung kehadiran dari paling sedikit tiga
gen-gen yang bermutasi pada DBA.
Dasar Molekular Dari Penyakit
Phenotype dari pasien-pasien DBA menyarankan kerusakan stem sell
(sel induk) hematological yang secara spesifik mempengaruhi populasi progenitor
(leluhur) erythroid. Ini adalah sulit untuk rekonsiliasi dengan fungsi gen DBA
tunggal yang dikenal. Protein RPS19 terlibat pada produksi dari ribosomes.
Seperti halnya, kehilangan dari fungsi RPS19 akan diramalkan mempengaruhi
penterjemahan dan biosintesis protein dan mempunyai dampak yang jauh lebih
luas. Ciri-ciri penyakit mungkin dihubungkan pada sifat dari mutasi-mutasi
RPS19. Penyakit dikarakteristikan oleh kewarisan yang dominan, dan oleh
karenanya timbul yang disebabkan oleh kehilangan yang sebagian dari fungsi
protein RPS19. Adalah mungkin bahwa leluhur-leluhur erythroid secara akut
dibuat peka pada fungsi yang berkurang ini, sementara kebanyakan
jaringan-jaringan lain tidak terpengaruh.
Manejemen Klinik Dan Perawatan-Perawatan
Corticosteroids dapat digunakan untuk merawat anemia pada DBA.
Pada studi yang besar dari 225 pasien-pasien, 82% awalnya merespon pada terapi
ini, meskipun banyak efek-efek sampingan dicatat. Beberapa pasien-pasien tetap
responsif pada steroid-steroid, sementara kemanjuran menurun pada yang
lain-lainnya. Transfusi-transfusi darah dapat juga digunakan untuk merawat
anemia yang parah pada DBA. Periode-periode remisi mungkin terjadi, dimana
selama periode-periode itu transfusi-transfusi dan perawatan-perawatan steroid
tidak diperlukan. Transplantasi sumsum tulang atau Bone marrow transplantation (BMT) dapat menyembuhkan aspek-aspek hematological
dari DBA. Opsi ini mungkin dipertimbangkan jika pasien-pasien menjadi
tergantung pada transfusi karena transfusi-transfusi yang seringkali dapat
menjurus pada kelebihan beban zat besi dan kerusakan organ. Bagaimanapun, data
dari registrasi pasien DBA yang besar mengindikasikan bahwa kejadian-kejadian
yang kurang baik pada pasien-pasien yang tergantung pada transfusi lebih sering
disebabkan oleh BMT-BMT daripada kelebihan beban zat besi.
Artikel yang dipublikasikan pada 10 Februari tahun 2009 melaporkan
bahwa seorang anak laki berumur delapan tahun dengan penyakit seperti DBA telah
dirawat dengan sukses dengan mensuplementasikan diet-nya dengan asam-asam amino leucine dan isoleucine. Studi tahun 2007 menunjukan kemanjuran dari
perawatan yang serupa pada pasien yang berbeda. Studi-studi yang lebih besar
sedang dikerjakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar