Apa Itu Tumor Parotis?
Biasanya, orang yang memiliki benjolan di bagian telinga kiri
dalam waktu yang lama akan merasa ketar-ketir karena khawatir
terkena kanker atau tumor. Jika dibiarkan, tentu saja benjolan tersebut akan
semakin bertambah besar dan berbahaya karena sifat tumor itu invasif, dapat
menyerbu ke segala arah. Jika Anda mengalaminya, segera periksakan diri ke
dokter karena kemungkinan besar ada indikasi terkena tumor parotis.
Pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan apakah tumor bersifat
jinak atau ganas juga sangat penting dilakukan. Sebagaimana diketahui, organ
dan jaringan yang ada di depan telinga terdiri dari kulit, jaringan ikat,
pembuluh darah, otot-otot untuk mengunyah, dan juga kelenjar ludah parotis.
Nah, mayoritas benjolan yang ada di telinga sebelah kiri berasal
dari kelenjar ludah parotis. Dilihat dari segi fungsinya, kelenjar ludah
merupakan penghasil cairan berupa enzim dan air liur yang sangat bermanfaat
dalam proses pencernaan.
Setiap hari, air liur secara terus-menerus diproduksi dan
jumlahnya bisa mencapai 1000 cc. Berdasarkan ukurannya, kelenjar ludah terbagi
menjadi dua yakni kelenjar ludah mayor dan minor.
Masing-masing kelenjar ludah tersebut memiliki beberapa bagian.
Kelenjar ludah mayor terdiri dari kelenjar submandibula, kelenjar parotis, dan
juga kelenjar sublingual.
Kemudian, kelenjar ludah minor ada beberapa macam yakni yang
berada di bagian dalam rongga mulut, pada langit-langit, dan di dasar lidah.
Kelenjar ludah parotis memiliki berat sekitar 25 gram dan berada
di bagian depan dan bawah telinga kiri dan kanan. Kelenjar ini terbagi menjadi
dua bagian yakni bagian luar atau permukaan, yang dalam istilah kedokterannya
disebut superficial dan bagian dalamnya yang disebut profundus.
Keduanya dibatasi oleh organ yang disebut dengan saraf wajah
yakni nervus fascialisdan nervus VII. Penjelasan
mengenai kelenjar ludah parotis ini akan banyak membantu dalam memahami apa itu
tumor parotis.
Kabar yang cukup menggembirakan, sebagian besar tumor parotis
bersifat jinak (80%) dan hanya 20% saja yang sifatnya ganas. Untuk tumor jinak
parotis, pertumbuhannya relatif lebih lambat dan biasanya menyerang di usia
muda, tidak pernah menyebar jauh, dan tidak terasa nyeri.
Sedangkan tumor ganas parotis memiliki efek yang sebaliknya,
yakni pertumbuhan yang sangat cepat, sering terjadi di usia 50 tahun ke atas,
cukup menganggu karena menyebabkan rasa sakit, dapat menyebabkan gangguan
pernafasan, mulut terlihatmoncong, mata sukar menutup, dan tumor terasa
keras seperti batu.
Ketika benjolan tumor tidak terlalu besar dan masih bisa
dilakukan operasi, maka pengangkatan tumor sering dilakukan. Bila tumor berada
di bagian permukaan, maka semua kelenjar parotis yang ada di permukaan tersebut
akan diangkat—tindakan ini disebut dengan parotidektomi superficial.
Setelah benjolan tumor tersebut diangkat, maka harus
diperiksakan ke bagian patologi anatomi untuk memastikan jinak atau ganasnya.
Jika dalam pemeriksaan anatomi disebutkan bahwa tumor itu ganas, maka
pengangkat seluruh jaringan harus dilakukan.
Tindakan ini disebut dengan parotidektomi total.
Biasanya, konsekuensi dari pengangkatan keseluruhan jaringan parotis di bagian
dalam dan permukaan ini ialah cedera pada saraf ketujuh dan terjadi baal atau
berkurangnya rasa pada bagian telinga.
Penderita tumor parotis harus bersiap menerima segala
konsekuensi tersebut. Makanya, sebelum berubah menjadi ganas, segera periksakan
sejak dini jika mendapati benjolan atau kelainan apapun yang terjadi di sekitar
telinga dan leher.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar