Chronic Myelogenous
Leukemia
Definisi Chronic Myelogenous Leukemia (CML)
Chronic myelogenous leukemia: Penyakit kronis yang berbahaya
dimana terlalu banyak sel-sel darah putih yang kepunyaan garis myeloid dari
sel-sel dibuat di sumsum tulang. Gejala-gejala awal dari bentuk leukemia ini
termasuk kelelahan dan keringat-keringat malam. Penyakit disebabkan oleh
pertumbuhan dan evolusi dari abnormal clone dari sel-sel yang mengandung penyusunan kembali
kromosom yang dikenal sebagai Philadelphia (atau Ph)
chromosome. Chronic myelogenous
leukemia umumnya disebut CML. Ia juga dikenal sebagai chronic myelocytic leukemia dan chronic granulocytic leukemia.
Sel-sel sumsum tulang yang disebut blasts normalnya berkembang (matang) kedalam beberapa tipe-tipe yang
berbeda dari sel-sel darah yang mempunyai pekerjaan-pekerjaan spesifik didalam
tubuh. CML mempengaruhi blasts yang berkembang kedalam sel-sel darah putih yang
disebut granulocytes. Blast-blast ini tidak menjadi dewasa secara
normal dan sel-sel blast yang tidak menjadi dewasa ditemukan dalam darah dan
sumsum tulang.
Gejala-Gejala CML
CML biasanya terjadi pada orang-orang paruh usia atau lebih tua,
meskipun ia juga dapat terjadi pada anak-anak. Lazimnya CML maju secara
perlahan. Pada stadium pertama dari CML, kebanyakan orang tidak mempunyai
gejala-gejala kanker. Ketika gejala-gejala timbul, mereka mungkin termasuk
perasaan tidak mempunyai tenaga, demam, kehilangan nafsu makan, dan
keringat-keringat malam. Limpa (di kanan bagian atas dari perut) mungkin bengkak
dan membesar dengan nyata.
Jika ada gejala-gejala, tes-tes darah mungkin dilakukan untuk
menghitung jumlah setiap jenis sel-sel darah yang berbeda dan untuk menguji
penampakan mereka. Jika hasil-hasil dari tes darah abnormal, biopsi sumsum
tulang mungkin dilaukan. Selama tes ini, jarum dimasukan kedalam tulang dan
sejumlah kecil sumsum tulang diambil keluar dan diperiksa dibawah mikroskop.
Tes-tes lain yang mungkin dilakukan termasuk studi-studi kromosom (karyotypes)
dari sel-sel darah dan sumsum tulang dan studi-studi molekul dari sel-sel ini.
Mendiagnosa CML
Pen-stadiuman dari CML: Sekali CML telah didiagnosa, tes-tes yang
lebih banyak mungkin dilakukan untuk mencari apakah sel-sel leukemia telah
menyebar kedalam bagian-bagian lain tubuh. Ini disebut pen-stadiuman (staging).
CML maju melaui fase-fase yang berbeda dan fase-fase ini adalah stadium-stadium
yang digunakan untuk merencanakan perawatan. Stadium-stadium berikut digunakan
untuk chronic myelogenous leukemia:
·
Chronic phase -- Ada
sedikit sel-sel blast dalam darah dan sumsum tulang dan mungkin tidak ada
gejala-gejala dari leukemia. Fase ini mungkin berlangsung dari beberapa bulan
sampai beberapa tahun.
·
Accelerated phase --Ada
lebih banyak sel-sel blast dalam darah dan sumsum tulang, dan lebih sedikiit
sel-sel normal.
·
Blastic phase -- Lebih
dari 30% dari sel-sel dalam darah dan sumsum tulang adalah sel-sel blast dan
sel-sel blast mungkin membentuk tumor-tumor diluar sumsum tulang pada
tempat-tempat seperti tulang atau nodul-nodul limfa. Ini juga disebut blast crisis.
·
Refractory CML --
Sel-sel leukemia tidak berkurang meskipun perawatan diberikan.
Perawatan CML
Perawatan: Ada perawatan-perawatan untuk semua pasien-pasien
dengan CML. Perawatan-perawatan ini mungkin termasuk:
·
Kemoterapi (menggunakan obat-obat
untuk membunuh sel-sel kanker);
·
Terapi obat lainnya
(seperti Gleevec, tipe baru dari obat kanker)
·
Terapi biologi
(perawatan yang menggunakan sistim imun pasien untuk melawan kanker)
·
Terapi radiasi
(menggunakan x-rays dosis tinggi atau sinar-sinar tenaga tinggi lainnya untuk
membunuh sel-sel leukemia);
·
Kemoterapi dosis tinggi
dengan transplantasi sel induk (untu tumbuh kedalam dan memugar kembali sel-sel
darah tubuh);
·
Donor lymphocyte
infusion atau DLI (setelah transplantasi sel induk).
·
Operasi (splenectomy,
operasi untuk mengeluarkan limpa).
Kemoterapi menggunakan obat-obat untuk membunuh sel-sel kanker.
Kemoterapi mungkin diambil dengan pil, atau ia mungkin dimasukan kedalam tubuh
dengan jarum pada vena atau otot. Kemoterapi disebut perawatan sistemik karena
obat memasuki aliran darah, berjalan melalui seluruh tubuh, dan dapat memnbunuh
sel-sel kanker diseluruh tubuh. Kemoterapi juga dapat dimasukan secara langsung
kedalam cairan sekitar otak dan sumsum tulang belakang (spinal cord) melalui tabung
yang dimasukan kedalam otak atau punggung. Ini disebut intrathecal chemotherapy.
Imatinib (Gleevec) adalah tipe baru dari obat kanker, yang disebut tyrosine kinase inhibitor. Ia menghalangi enzim, tyrosine kinase, yang
menyebabkan sel-sel induk untuk berkembang ke sel-sel darah putih yang lebih
banyak daripada yang dibutuhkan oleh tubuh. Gleevec telah muncul sebagai obat
kunci yang mentargetkan gen untuk perawatan CML.
Terapi radiasi menggunakan x-rays atau sinar-sinar tenaga tinggi
untuk membunuh sel-sel kanker dan menyusutkan tumor-tumor. Radiasi untuk CML
biasanya datang dari mesin diluar tubuh (external radiation therapy) dan
adakalanya digunakan untuk menghilangkan gejala-gejala atau sebagai bagian dari
terapi yang diberikan sebelum transplantasi sumsum tulang.
Transplantasi sumsum tulang digunakan untuk menggantikan sumsum
tulang pasien dengan sumsum tulang yang sehat. Pertama, semua sumsum tulang
dalam tubuh dihancurkan dengan kemoterapi dosis tinggi dengan atau tanpa terapi
radiasi. Sumsum sehat kemudian diambil dari orang lain (donor) yang jaringannya
sama atau hampir sama seperti punya pasien. Donor mungkin saudara kembar
(pencocokan yang paling baik), saudara laki atau perempuan, atau orang lain
yang tidak berhubungan. Sumsum sehat dari donor diberikan ke pasien melalui
jarum kedalam vena, dan sumsum ini menggantikan sumsum yang telah dihancurkan.
Transplantasi sumsum tulang yang menggunakan sumsum dari saudara atau yang
tidak berhubungan pada pasien disebutallogeneic bone marrow transplant.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar